Thursday, September 3, 2015

Garis Putih

Kau melihat sebuah Gambar di atas?
belajarlah! Garis Putih!

oleh: Raniansyah

Garis putih
siapa yang melihatnya jika diukir di atas putih
itulah makna hakikat, tak perlu terlihat untuk ada!
 Kesinilah, ku ajak kau mengunjungi ruang tak bernama
mendekatlah, mari kita tapaki garis putih

lalu kubuat kau dekat dengan yang tak terlihat tapi ada!

Saat ini kita tak lagi bicara tentang kita
saat ini setiap jemari digenggam tangan
Begitu erat menatap kedua mataku dan matamu
tegakah kau melepasnya? Aku tidak!
kita dalam lingkaran garis putih
garis yang memaksa melihat saat semuanya buta

Setelah jejakmu berbekas dalam merahnya ruang terdalam
kutunjukkan sebuah garis putih
sebagian memandangnya sebagai sebuah ketulusan
sebagian berpendapat itu kesucian
sebagian lagi menganggap itu kesetiaan
Garis putih,..
itulah sejatinya hidup,
belajar melihat yang tak terlihat!

hidup juga akan berakhir disitu
ketika garis putih dalam sebentuk kain
berkibar di tempat kita selalu pulang
kala garis putih dalam sebentuk kafas
menyumbat jalan nafas
setelah itu kita akan melihat,
melihat yang tak terlihat tapi ada!

Makassar, 3 September 2015

Wednesday, September 2, 2015

Gadis Biru


oleh: Raniansyah

Idealisme, kasih sayang..
kelembutan, Inspirasi...
ada pada satu biru...
Gadis biru yang kini duduk sejajar..


Gadis biru...
memaksaku mendalami birunya langit
lalu menyelami makna birunya laut
lalu meresapi hakikat birunya cinta..


Gadis biru..
rangkaian benang biru membalut tubuhnya
tersenyum lalu membuatku jatuh dalam lembah biru di pipinya
semakin dia tersenyum, semakin jauh aku jatuh dalam lembahnya..
tapi apa dayaku..
senandung alam bernyanyi.


Aku masih penasaran
kuselisik ruang-ruang biru
mencoba memotret senyum
lalu menyimpannya tanpa ada yang tahu
tapi gadis biru mulai mengenalku..
dia mulai mengikuti bekas jejak-jejakku
aku tahu dia di belakangku,
bersembunyi!, tapi aku melihatnya.

Makassar, 2 September 2015

Tuesday, April 28, 2015

Sebuah Bintang


Sebuah Bintang
oleh: Raniansyah

[I]nilah yang kumaksud sebuah bintang
[K]abut hitam melambai santai biarkannya bersinar
[A]ngin-angin berhembus merdu nyanyikan lagu cinta

[S]ajak apalagi yang mampu kuungkap
[M]aka saksikan dan bersaksilah atas romantisme malam
[A]ndai kau temukan luka di sudutnya
[D]iam dan mulailah mengobati
[A]lirkan, alirkan setiap yang harusnya mengalir

[P]intaku tak banyak...
[A]ku hanya ingin kita terus bersama
[N]anti ketika kita tua, ingatlah cerita yang pernah kita titip
[G]unung bagiku tak begitu tinggi untuk kita daki
[K]apal-kapal besar diciptakan untuk kita berlayar di laut yang tak begitu luas
[E]ngkau pasti mengerti maksudku, kau selalu memahamiku
[P]ulanglah, lihatlah kembali bintang di balik jendela kamarmu. kita di bawah sinar yang sama


Makassar, 28 April 2015

Ditulis sebagai Persembahan untuk IKA SMAN 2 PANGKAJENE..
HAPPY ANNIVERSARY 3. Jayalah bersama selalu like emoticon

Friday, September 26, 2014

Jangan Buat Malu Nak!

Oleh: Raniansyah

Jangan buat malu nak!
pesan dua insan tercinta
untukmu insan penuntut ilmu
untukmu para pelayan Bangsa

Jangan buat malu ibu-bapak nak!
dihadapan Tuhan, Tuhan kita
maka laksakan kewajibanmu sebagai hamba-Nya
jangan ingkari janjimu

Jangan buat malu ibu-bapak nak
di sana, di tanah tempat kamu berpijak
maka jadilah penuntut tanpa harus dituntut
belajarlah menghargai tanah tempat kakimu berdiri

Jangan buat malu ibu-bapak nak!
Jika kelak kau jadi pelayan bangsa
Pahamilah makna ketulusan
belajarlah tentang arti mengabdi
agar kau jauh dari menjajah bangsamu sendiri

Jangan buat malu ibu-bapak nak
dihadapan teman-temanmu
maka jadilah teman yang baik
perlakukan seperti saudaramu

Jangan buat malu ibu-bapak nak!
pada wanita-wanita yang mengagumimu
Hargai dan belajarlah mencintai
belajarlah untuk menjaga dan setia

Jangan buat malu ibu-bapak nak!
di kampung kami banyak bercerita
tentang anak kebanggaan kami
jangan retakkan kisah kami

Bapak-ibu kian menua
Kelak jika ibu-bapak menghadap Tuhan
jangan buat malu ibu-bapak nak!
kami ingin bercerita pada Tuhan
kami memiliki anak-anak hebat di dunia

Jangan buat malu ibu-bapak nak!
hanya itu harap kami,
agar damai hati kami,
agar tenang kami di penghujung masa

Makassar, 23 September 2014

Kudedikasikan untuk seluruh penuntut ilmu dan perantau yang menapaki karir di seluruh tanah air yang saat ini berpisah dengan orang Tua. Ingatlah "Jangan buat malu orang tua," !. Setiap anak adalah kebanggaan bagi orangtuanya (apalagi jika anak pertama dan laki-laki). Mungkin tidak semua orangtua mengatakan ini, tapi Percayalah...setiap orang tua mengharapkan ini dari anak-anaknya! Hanya ini !!
maka jangan mencipta retak pada kebanggaan mereka, maka jangan buyarkan harap ini ...


Wednesday, September 10, 2014

Puisi: Senja

Senja
Karya: Raniansyah

Kasih..
aku ingin menyayangimu
Sperti senja yang tak pernah bosan berwarna jingga di langit baratku juga langit baratmu

Kasih...
Jika kau rindu padaku..
Tanyakan aku pada senja 
Hingga jingganya berubah hitam..
Aku berharap bisa mencintaimu
Hingga senja hidupku
Bahkan ketika jingga yang terlihat
kini berubah gelap hitam
Bersama nafas yang beranjak pergi

Kasih...
Kita memahami 
Senja pasti berganti jadi malam
Tapi semoga tak ada sedih
Di setiap pergantiannya...saat kita menyadari, esok tak ada lagi senja 
Kasih.. kau tahu bintang terlihat jelas saat malam dtang bukan ketika senja. 
Mungkin aku ada diantara bintang itu
Menatapmu penuh rindu namun kita tak mampu saling menggapai...
Maka kenanglah aku...walau bgitu banyak tangis yang kucipta dari pagi, siang, hingga ujung senjaku...

Kasih...
Kutitipkan salamku pada senja esok
Kutulis malam ini..senja tadi terasa bgitu cepat bagiku...
Walau ku tak mampu memastikan esok senja masih bersamaku 
saat ia mnyampaikan salamku

Pangkep, 13 Agustus 2014

Puisi: Malam

Malam
Karya: Raniansyah

Sepimu nasehatiku banyak hal
Perjuangan, pengorbanan
bahkan tentang kesabaran dan cinta
Gelap bukan berarti mendung
Hitam bukan berarti tak bersahabat
Bahkan bgitu bnyak mulia
Yang datang bersama sepimu
Tuhan terasa bgitu dekat saat tiba masamu, hanya kau msih banyak diam. Mungkin kau percaya diam itu emas, tanpa kau sadar kini diam bnyak ditindas..

Malam,
Banyak yg kehilanganmu
Mreka terlelap menanti pagi
tanpa kau ceritakan sedikit rahasiamu, Rahasia yang kini kau bisikkan lewat nyanyian angin malam yg tusuk ruang terdalamku,
Nasehat-nasehat hening
yang paksaku bertahan lebih lama bersamamu

Malam...
Hanya kau yang ingatkan
Suara setiap detakan jam
Sepertinya suaranya lebih nyaring bersamamu atau karena kau terlalu diam.
Kini kuingat lgi bahwa detakan itu terus berjalan seirama detak di dada kiriku. Kini kurenungkan lgi.. irama itu suatu saat pasti berhenti.
Skali lagi kau nasehatiku bersyukur
Dan ingat Tuhanku..

Malam.....
Berbisik dan nasehati lbih bnyak lagi
Aku ingin bertahan lbih lama..
Tapi aku harus bersabar
Rotasi harus mengantarmu ke sisi lain dari situ kutahu Tuhanku adil...
Kunanti terus wejanganmu
Hingga irama kan berhenti...

Makassar, 19 Agustus 2014

Saturday, May 24, 2014

Puisi: Jauh

oleh: Raniansyah Rahman

aku masih mencari definisi "jauh"
mungkinkah jauh itu sejauh mata memandang
ataukah kala langit dan bumi terlihat berjabat
mungkin aku terlalu jauh untuk bisa mengerti

Mungkinkah jauh bisa berkawan dekat
mampukah jauh toleren dengan rindu?
ahh, kadang aku merasa jauh disaat dekat
kadang akupun merasa dekat saat jauh

syair Jauh
mungkin terlalu jauh untuk dipahami
aku msih sulit membuat bumi dan langit berjabat
mataku rabun untuk baca keadaan
kapankah aku mengerti tentang jauh?
mungkin aku akan benar-benar jauh...

Tamalanrea, 8 Mei 2014