Showing posts with label Pidato/Dakwah. Show all posts
Showing posts with label Pidato/Dakwah. Show all posts

Tuesday, February 12, 2013

Saudaraku kaum Muslim....JANGAN PERNAH PERINGATI VALENTINE'S DAY....!!!

 Assalamu'alaikum...

Saudara-saudaraku Umat Islam yang dirahmati oleh Allah SWT...         
kali ini aku mau share tentang Valentine's Day...JANGAN PERNAH RAYAKAN/PERINGATI KARENA SUNGGUH ITU BUKAN BUDAYA KITA DAN ITU DIHARAMKAN DALAM ISLAM.....

BARANG SIAPA DIANTARA UMAT MUSLIM MEMPERINGATINYA....MAKA TERMASUK IA KE DALAM GOLONGAN KAFIR ....SEMOGA KITA MENGERTI.....

              Tidak diragukan lagi bahwa konspirasi   ( jahat )   orang-orang Yahudi dan Nashrani tanpa terasa telah membuahkan hasil nyata. Erosi moral yang melanda umat manusia di zaman milenium ini merupakan salah satu wujud nyata dari drama penghancuran Islam. Kebenaran disembunyikan, sedangkan kebathilan dan kebohongan ditonjolkan.
      Pergeseran nilai terjadi, dari nilai-nilai Ilahi yang benar menjadi nilai-nilai syaithani yang kotor dan bathil. Umat Islam semakin diarahkan kepada nilai-nilai jahat yang nampaknya Islami dan dapat diterima akal tetapi sebenarnya menjauhkan ummat Islam dari Al-Qur’an dan  Sunnah Rasulullah r.  
      Berkembanglah berbagai pendapat mengenai nilai-nilai Islam yang sudah kuno dan ketinggalan zaman sehingga perlu sedikit disesuaikan dengan perkembangan zaman. semua ini tidak terlepas dari usaha-usaha musuh Islam yang senantiasa berusaha menghancurkan umat Islam, maka sungguh benar firman Allah U:

 ]وَلَنْ تـَرْضَىعَنْكَ الْيــَهُـْودُ وَ لاَ الـنَّصَارَى حَـتــَّىتــَـتــَّبِعَ مِلَّـتــَـهُمْ [ البقرة : 120

 “Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”. (QS. Al-Baqarah : 120)

      Konspirasi jahat tersebut  banyak diarahkan kepada generasi muda Islam sebagai generasi yang diharapkan sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan umat dan masih memiliki waktu yang cukup panjang dalam menata dan meniti kehidupan. Namun tanpa disadarinya dirinya telah diracuni dengan berbagai nilai kotor yang bathil sehingga menjadikannya terlena. Salah satu diantaranya adalah Valentine’s Day (hari kasih sayang).

      Valentine’s Day berawal dari semboyan sederhana yang nampaknya baik bahkan sesuai dengan Islam, dilancarkanlah Gazwul Fikri (invasi pemikiran) yang pada akhirnya berkembanglah budaya pacaran, saling memberi kartu ucapan kasih sayang, bahkan lebih jauh dilanjutkan dengan dansa-dansi, bernyanyi, berciuman, berpelukan dan cumbuan antara lawan jenis, padahal mereka belum terikat oleh tali pernikahan yang sah.
       Penurunan moral yang sangat menjijikkan ini terjadi pada setiap tanggal 14 Februari. Bagi generasi muda, termasuk generasi muda Islam yang jahil (bodoh) terhadap agamanya, Valentine’s Day (hari kasih sayang) merupakan hari keramat yang ditunggu-tunggu kedatangannya karena merupakan moment untuk mencurahkan kasih sayangnya kepada sang pacar, sehingga perbuatan amoral pun sah untuk dilakukan. Padahal kita wajib mendahulukan cinta dan kasih sayang kita kepada Rasulullah r, daripada kecintaan kita kepada ibu bapak dan segenap manusia. Rasulullah r bersabda :

) لاَيـُؤْمـِنُ  أَحَدُكُمْ حَـتــَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ   مِنْ وَالـِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنـــَّاسِ أَجْمـَعِيْنَ ( رواه البخاري و مسلم
”Tidaklah sempurna iman salah seorang diantara kamu sehingga aku lebih ia cintai dari pada orang tuanya, anaknya dan segenap manusia” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sejarah Valentine’s Day

       Pada abad ke-tiga masehi, berkuasa seorang raja Romawi bernama Claudus II Ghoticus. Dengan kekuasaannya dia menghukum pancung seorang pendeta bernama Santo Valentine pada tanggal 14 Februari 269 M, karena dianggap bersalah menantang ketentuan kerajaan. Santo Valentine telah menikahkan seorang remaja (prajurit) muda yang sedang menjalani cinta kasih. Tindakan ini dianggap bertentangan dengan ketentuan kerajaan, karena prajurit kerajaan yang belum menikah dianggap memiliki ketangguhan yang luar biasa di medan perang. Bagi pihak gereja tindakan Santo Valentine tersebut dianggap benar, karena telah melindungi orang yang bercinta, sehingga dia dinobatkan sebagai pahlawan kasih sayang. Sehingga tercatatlah dalam sejarah bahwa setiap tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari kasih sayang bagi ummat kristiani.
      Valentine’s Day juga merupakan warisan budaya Romawi kuno, yaitu upacara pemujaan dan penyembahan kepada dua Dewa besar Leparcus (dewa kesuburan) dan Dewa faunus (dewa alam semesta). Upacara ini dirayakan tepatnya pada tanggal 15 Februari, masa kekuasaan Kaisar Kontantine (280-337M.). Dalam upacara tersebut dia memberikan kesempatan kepada para remaja wanita untuk menyampaikan pesan cintanya kepada pria pujaannya. Kemudian para remaja pria akan menerima pesan-pesan cinta tersebut, mereka berpasang-pasangan, bernyanyi bersama, berdansa dan biasanya diakhiri dengan perbuatan amoral (coitus). Namun pada abad kelima Masehi tepatnya tahun 494 M, oleh Paus Glasium I, upacara penyucian ini kemudian ditetapkan sebagai peringatan hari kasih sayang (Valentine’s Day). Tanggal peringatan diubah menjadi setiap 14 Februari, yaitu tanggal dihukumnya pendeta Santo Valentine, karena itulah Paus Glassium I dikenal sebagai pelopor peringatan Valentine’s Day.

Tinjauan Islam

1. Tasyabbuh Bil Kuffar

      Melirik dari sejarah Valentine’s Day, terlihat jelas bahwa hal tersebut merupakan salah satu upacara peribadatan  ummat diluar Islam. Islam tidak memperkenankan mengambil cara-cara peribadahan yang tidak memiliki sumber, baik dari Al Qur’an maupun As Sunnah Rasulullah r, sebagaimana Rasulullah r bersabda :

)  مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنـــَا هَذَا مَا لَيْسَ  مِنْهُ فَهُـوَ رَدٌّ(  رواه البخاري و مسلم
”Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam agama kami ini, sesuatu yang tidak ada dasar dari padanya maka itu pasti tertolak” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan Allah U memerintahkan agar ummat-Nya selalu berada dijalan-Nya yang lurus. Allah I berfirman dalam Al-Qur’an :
] وَ أَنَّ هَذَا صِرَاطِيْ مُسْـتـــَقِيْـمًا فَاتـــَّـبِـعُـوْ هُ  وَ لاَتـــَـتــَّـبِـعُوْا السُّـبُلَ فَـتــَـفَرَّقَ بِـكُمْ عَنْ سَبِـيـْــلِهِ[ الأنعام : 153
”Sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya” (QS. Al An’am :153).
      Perayaan Valentine’s Day merupakan tindakan menyerupai orang-orang kafir, akan tetapi pada kenyataannya tidak sedikit generasi muda muslim yang tidak paham terhadap Dien (agama)nya ikut ambil bagian dalam perayaan tersebut. Maka benarlah apa yang disabdakan Rasulullah r :
)  لَتــَـتــَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بـــِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاٍع حَتــَّى لَوْ  دَخَلُوْا جُحْرَ ضَبٍّ تــَـبَعْـتُمُوْهُمْ ( قُلْنــَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ اَلْيـَهُوْدُ وَ النــَّصَارَى؟ قَالَ : ) فَمَنْ  (رواه البخاري
”Sesungguhnya kalian akan mengikuti jalan (cara hidup) orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, bahkan seandainya mereka memasuki lubang  biawak pun, tentu kalian akan mengikutinya".  Kami (para sahabat bertanya) Wahai Rasulullah apakah mereka itu Yahudi dan Nashrani ? Beliau menjawab : "siapa lagi kalau bukan mereka". (HR. Bukhari)
2. Penetrasi Budaya sesat
     Valentine’s Day yang telah meracuni generasi muda Islam adalah salah satu bukti nyata dari produk Gazwul Fikri (invasi pemikiran) para musuh Islam, dan merupakan salah satu wujud dari ketidak ridhaan Yahudi dan Nashrani kepada ummat Islam. Perayaan Valentine’s Day menjadikan semakin merebaknya budaya pacaran dikalangan generasi muda Islam. Padahal Islam melarang ummatnya mendekati zina, apalagi turut andil dalam perbuatan zina, hukumnya adalah dosa besar, firman Allah U:
] وَلاَ تــَقْرَ بُوْا الزِّنــــَى  إِنــَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَآءَ سَبِيْلاً [  الإسراء : 32
”Dan janganlah kamu mendekati zina, itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al Isra’ : 32)
3. Perbuatan Mubazzir
     Valentine’s Day yang dipenuhi hura-hura merupakan kegiatan yang menghambur-hamburkan sumber daya, disamping itu tenaga dan waktu juga dipakai untuk aktifitas yang sudah jelas-jelas tidak Islami, sehingga apa yang dilakukannya tidak bernilai ibadah dan tidak bermanfa’at bagi dirinya sendiri lebih-lebih bagi kemaslahatan ummat.
      Nabi Muhammad r telah wafat dan tidak meninggalkan  warisan berupa harta benda, beliau hanya meninggalkan dua buah wasiat yang harus menjadi pegangan setiap muslim. Sabda Beliau r :
)  تـَرَكْتُ فِيْكُمْ  أَمْرَ يْنِ لَنْ تُضِلُّوْا مَا تــَمَسَّكْتـُمْ بِهـــِمَا كِتــَابَ اللهِ وَسُنــَّتِيْ (  رواه الحاكم و مالك
”Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian, kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepadanya, (yaitu) Kitabullah dan rasul-Nya “.(HR. Hakim dan Malik)
     Ini adalah ajakan Beliau r pada haji terakhirnya (Hajjatul wada’) di Arafah. Sebagai seorang muslim hendaknya kita senantiasa sami’na wa atha’na (kami dengarkan dan kami ta’ati), dan konsekuensinya adalah harus menjalankan Islam secara kaffah (totalitas) dan meninggalkan segala sesuatu yang tidak islami.
      Oleh karenanya ummat Islam terutama generasi muda Islam harus menjauhkan diri dan meninggalkan perayaan Valentine’s Day karena itu semua tidak lepas dari rekayasa jahat musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam. Wallahu a’lam bisshawab  (Sumber : Abu Rabbani)

Saudara-saudaraku....! ada banyak referensi yang bisa kita jadikan acuan untuk mengetahui lebih banyak tentang valentine....semoga kita tidak bosan-bosannya mempelajari ilmu-ilmu tentang agama....dan semoga kita tidak menjadi penghuni neraka karena memperingati Valentine's Day.....

Ingat pesan Rasulullah.......mengikuti kebiasaan suatu kaum maka kita termasuk di dalamnya....jadi hindarilah perilaku barat yang kafir itu....

sekian share aku kali ini, aku cuman ingin kita semua berjumpa di surga Allah kelak,  dan tidak terjerumus ke neraka karena ikut budaya  suatu kaum  yang bertentangan dengan agama kita....

Wassalamu'alaikum Wr.wb

Saturday, December 8, 2012

Contoh Teks Pidato, hari Pahlawan


Tema : Nasionalisme dan Patriotisme
Membangun Indonesia Melalui Pesan Pahlawan

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat Siang,
Yang  saya hormati bapak Guru
yang saya hormati hadirin dan hadirat
teman-teman yang saya cintai.
Pada hari ini, 10 November 2012, kita telah memperingati Hari Pahlawan Nasional yang ke 67, sejarah yang terjadi pada tanggal 10 November 1945 yaitu pertempuran dasyat melawan penjajah yang terjadi di Surabaya hingga ribuan nyawa melayang. Mereka, para pahlawan Indonesia telah berjuang mempersembahkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia yang telah kita rasakan saat ini, tapi keadaan Negara kita sekarang ini seolah kembali dalam jeritan penjajah yang dilakukan oleh bangsa sendiri. Beberapa waktu lalu kita menyaksikan konflik antara masyarakat di Lampung selatan yang tentunya merongrong persatuan rakyat Indonesia. di Ambon juga terjadi aksi serupa beserta berbagai kericuhan di tanah air. Korupsi pun kini telah menjadi penyangga eksistensi republik ini.
Hadirin yang saya hormati,
Rasanya kita perlu kembali menengok sejarah dan bercermin betapa sulit para leluhur kita, para founding father kita untuk meraih kemerdekaan. Lalu, apakah kita ingin merusak dan menodai segalanya dengan perlakuan yang tidak mencerminkan kecintaan terhadap tanah air yang sesungguhnya?. Tentu tidak, oleh karena itu saya mengajak saudara sekalian untuk mengingat pesan-pesan pahlawan yang mereka ucapkan sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Hadirin yang berbahagia.
sultan Hasanuddin pernah berpesan
“Sesungguhnya karena kesabaran rakyatku bersedia memberikan apa yang mereka inginkan dalam perjanjian Bongaya melalui  aku, tapi mereka menghendaki jantungku, dan hati ini adalah martabat setiap manusia,“ kata sultan Hasanuddin saat akan menyetujui perjanjian Bongaya
“Bugis-Makassar adalah Saudara, aku dan Raja Bone bukanlah Musuh” kalimat terakhir yang diucapkan Sultan Hasanuddin kala hendak menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam keadaan sujud disaksikan seluruh penghuni benteng Somba Opu waktu itu.
Kita semua saudara, sipakatauki…saling memanusiakanlah sipaikainge’ki, saling mengingatkanlah, sipakalebbi’ki…saling menghargailah. siri’ na pacce, lebih baik mati dengan kehormatan daripada hidup menanggung malu. Terus tegakkan kebenaran untuk kemaslahatan umum tanpa pandang bulu, apapun yang terjadi sebagai sosok “Towarani”, ksatria pemberani yang sesungguhnya.
Tidak hanya itu, Andi Mappe, seorang  pahlawan Pangkep pernah berkata “Ulebirreng buru e…ala na najajae Balanda e…, teasinna mitai Balandae”, yang artinya “Lebih baik saya mati berkalang tanah/hancur daripada dijajah Belanda , saya sudah tidak mau lihat Belanda”. Kita tentu tahu maksud pahlawan kita, mereka tentu akan sangat kecewa jika melihat penerusnya justru menghancurkan bangsa sendiri. Oleh karena itu mari kita jadikan momen peringatan Hari Pahlawan ke-67 ini sebagai titik tolak untuk memulai perubahan dan memperbaiki Indonesia agar tercipta bangsa dan negara yang benar-benar merdeka.
Terima kasih atas perhatiannya, Wassalamu’alaikum wr.wb.


Tuesday, December 4, 2012

Pidato Bahaya Narkoba

Walau sulit kupercaya.....namun inilah kenyataan yang membuatku harus mengatakan terima kasih Tuhan atas nikmat-Mu yang begitu besar kepadaku...hingga kau hanya memberiku kesempatan  mengucapkan dua kata yaitu "Alhamdulillah" dan "hah? saya? "

Hari ini (Selasa, 4 Desember 2012) KAU kembali memberiku amanah untuk menjadi Juara I dalam lomba Pidato Anti Narkoba/Bahaya Narkoba tk SLTA se-Kabupaten Pangkep. ini adalah kemenangan sekaligus tanggung jawab bagiku untuk berbuat lebih baik untuk negeriku....

InsyaAllah....aku ada dibarisan paling depan untuk memperjuangkan nasib bangsaku....:)
nah...teman-teman kali ini aku sharing naskah pidato yang aku bawakan pada kompetisi tersebut....
Aku ingin berterima kasih kepada detiknews.com yang telah menjadi salah satu sumber naskah pidato saya...jg kepada Badan Narkotika Nasional Prop.Sulawesi-Selatan . Nah ini dia naskah pidatonya....:)


Teks Pidato “Bahaya Narkoba”
Assalamu’alaikum wr.wb
Yang terhormat ketua Gabungan Organisasi Wanita kab.Pangkep
yang saya hormati bapak/ibu dewan juri
yang saya hormati panitia pelaksana
hadirin yang sama berbahagia
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt, sebab atas berkat rahmat dan hidayahnyalah sehingga kita dapat hadir bersama di tempat ini. Salam serta shalawat senantiasa tercurah kepada junjungan tercinta nabiyullah Muhammad SAW, sebagai uswatun hasanah sekaligus rahmatan lil alamin.
Hadirin yang saya hormati!
Pada kesempatan kali ini,  izinkanlah saya membawakan sebuah pidato dengan judul “Kerjasama Menyelamatkan Indonesia dari Narkoba”. Saya mengangkat judul ini atas rasa prihatin dan cita-cita untuk melihat Indonesia dan generasinya beberapa tahun ke depan bebas dari narkoba dan menjadi percontohan International sebagai Negara bebas narkoba.
Saya tidak perlu membahas terlalu banyak mengenai pengertian Narkoba karena saya tahu hampir semua orang telah mengetahui pengertian dari Narkoba yaitu narkotika dan obat-obatan berbahaya yang dapat merusak fungsi sistem saraf. Ektasi, kokain, kafein, Sabu-sabu ganja dan beberapa obat terlarang lainnya tentu kita tahu. Namun yang perlu menjadi titik utama dalam pidato saya kali ini yaitu mengenai upaya prepentif dan komprehensif untuk menanggulangi penyalahgunaan dan peredaan gelap narkoba. Karena di era sekarang ini banyak orang pintar mengerti narkoba, tahu jenis-jenisnya tapi tidak menjauhi narkoba. Jangan sampai hal ini disamakan dengan label peringatan dalam kemasan rokok yang menjadi hiasan belaka. Karena sekali kita mencoba narkoba maka sekali itu akan membuat kita ketagihan dan akhinya hancur.
Hadirin yang saya hormati!
Dalam hukum Internasional, lembaga United Nations Office on Drugs and Crime(UNODC) yang menangani masalah Narkoba dan Kriminal,  berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara jelas menyatakan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan salah satu kejahatan yang menghambat pembangunan secara Global. Tindak pidana ini juga tentu menghambat program pembangunan Millenium (MDGs) yang hendak dicapai 2015 mendatang. Bahkan untuk kejahatan ini, PBB selama 29 tahun telah mengadakan konferensi anti narkotika terbesar. Pada tanggal 12 Juni lalu mengadakan konferensi internasional anti narkotika  di Bali International Convention Center (BICC) dengan nama International Drugs Enforcement Conference (IDEC)  yang menghadirkan 305 orang penegak hukum anti narkoba dari 79 negara. Konferensi ini telah berlangsung selama 29 tahun (Humas BNN, Drugs Education and Drugs Information). Narkoba merupakan transnational crime atau tindak kejahatan transnasional yang melibatkan dunia Internasional sehingga Negara-negara di dunia melakukan kerjasama untuk memberantasnya melalui pertukaran data dan informasi, peningkatan Sumber Daya Manusia dan pelatihan.


Hadirin yang saya hormati!
Tidak hanya dalam hukum International, secara nasional kita diatur oleh Undang-undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dan beberapa aturan sebelumnya yaitu  UU No. 9 tahun 1997,  lalu UU No. 22 Tahun 1997 dan UU No. 5 tahun 1997 tentang Narkotika dan psikotropika.
Saya juga akan mengungkap data tindak penyalahgunaan  narkoba yaitu diantaranya, menurut Direktur Eksekutif Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC), Yury Fedotov “Heroin, kokain dan narkoba lainnya terus membunuh sekitar 200.000 orang setiap tahunnya, memecah-belah keluarga dan membawa penderitaan, rasa tidak aman dan penyebaran HIV kepada orang lain,” dan  Sekretaris-Jenderal  UNODC PBB, Ban Ki-moon, mengatakan bahwa narkoba dan kriminalitas mengancam beberapa tujuan paling penting bagi dunia: memastikan pembangunan berkelanjutan di tingkat global. Sedangkan di Indonesia Sendiri, Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) mencatat sebanyak lima juta jiwa menjadi pengguna dan pencandu Narkoba di Indonesia pada tahun 2012, ini menujukkan peningkatan dibanding tahun 2011 lalu yang hanya sekitar 3,3 juta jiwa. 
Tidak hanya itu, di tingkat regional, Berdasarkan pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Selatan oleh POLDA Sulselbar, sudah hampir semua kabupaten/kota dapat ditemukan. Berkaitan dengan data pengungkapan kasus tersebut, dapat ditentukan kerawanan daerah penyebaran dan penyalahgunaan narkoba. Kabupaten/kota yang paling rawan yaitu Kota Makassar, kemudian Kota Pare-pare, Kab. Maros, Kab. Sidrap, Kab. Bone dan Kab. Pinrang (Dinas Kesehatan Prop.Sulawesi-Selatan).
Dari data tersebut, sudah sepatutnya kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia menjadi salah satu penggerak untuk memberantas tindak penyalahgunaan dan penyebaran gelap narkoba. Dunia internasional telah bekerjasama dan kerjasama itu akan sulit terwujud jika masyarakat kita tidak memahami tentang bahaya narkoba.
Hadirin yang saya hormati,
Kita hanya memiliki dua pilihan, yaitu bertahan hidup dan menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya  narkoba atau ikut menjadi korban keganasan narkoba. Dan hanya dua pilihan untuk orang yang berani mencoba narkoba yaitu sekarat di rumah sakit atau langsung ke liang lahat. Anekdotnya adalah kebanyakan korban meninggal di rumah sakit bukan pengguna narkoba karena pengguna narkoba belum sempat dirawat di rumah sakit mereka sudah meninggal. Lalu apa upaya yang dapat kita lakukan? Hmm!. yang perlu kita lakukan adalah upayakan sesuatu yang dimulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan lakukan mulai sekarang. Lingkungan keluarga yang menjadi pondasi utama dalam hal ini, karena disitulah anak-anak mulai membangun karakternya. Lalu yang kedua adalah lingkungan sekolah sebagai tempat generasi Indonesia belajar, berikutnya adalah lingkungan masyarakat yaitu dengan melaksanakan kegiatan seperti ini, lalu secara nasional melalui beberapa lembaga seperti Bea Cukai yang mengawasi di bandara/pelabuhan , Badan Narkotika Nasional dan Kepolisian Republik Indonesia dan yang terakhir yaitu Dunia Internasional melalui lembaga UNODC yang dinaungi PBB dan konferensi semacam IDEC.


Hadirin yang saya hormati.
Saya ingatkan sekali lagi bahwa jangan sekali-kali untuk mencoba narkoba karena selain merusak diri sendiri, ini akan merusak orang lain serta merusak eksistensi republik ini. Tidak hanya itu, dengan mencoba narkoba berarti kita telah melanggar peraturan Negara kita yaitu UU yang berdasar pada ideologi pancasila dan juga melanggar peraturan Internasional yang diatur oleh UNODC PBB. Berapa lagi generasi kita yang harus hancur karena narkoba? Sampai kapan kita mau berubah…? Apakah kita tega melihat 200.000 orang pertahun meregang nyawa karena narkoba? Lalu apakah kita hanya tinggal diam?. Intinya adalah penyalahgunaan narkoba tidak memiliki nilai positif sama sekali melainkan hanya menciptakan kerusakan atau dampak negatif, kerugian bagi diri sendiri, merugikan Negara milayaran hingga triliunan rupiah dan menghambat pembangunan secara global. Sehingga hal tersebut dapat dikategorikan sebagai Extra ordinary crime atau kejahatan luas biasa.
Mari kita bekerjasama memberantas narkoba karena titik utama dan senjata utama untuk melawan narkoba adalah kerjasama kita semua. Bahkan perlu diketahui, di Teheran-Iran, bulan Oktober lalu menghukum gantung 10 narapidana narkoba, Amnesty International yang berbasis di London-Inggris melaporkan bahwa Iran telah melakukan eksekusi mati terhadap 344 orang sepanjang tahun 2012 ini, yang sebagian besar merupakan narapidana Narkoba (DetikNews.com). Namun, negara  kita tidak perlu melakukan hal tersebut karena melanggar HAM dan dikecam oleh PBB, Amnesty International,. Untuk teman-teman calon generasi pelurus Indonesia, jangan pernah mencoba narkoba karena narkoba akan merusak masa depan kita , akan membuyarkan mimpi-mimpi kita dan tentu mengecewakan orang tua kita, mari kita jadikan kebebasan Anak Indonesia dari narkoba sebagai kado ulang tahun terindah untuk Malaikat dari Tuhan yaitu Ibu kita semua…ibu Indonesia, selamat hari Ibu  tahun 2012. Dan untuk ibu dan bapak,…terus berikan perhatian dan nasehat untuk anak-anak kita di rumah agar menghindari hal-hal yang dapat merusak karakter anak bangsa.
Hidup Indonesia anti narkoba….!
Hadirin yang hormati,
Demikian pidato saya kali ini, atas perhatian bapak/ibu dan teman-teman, saya haturkan terima kasih, saya berharap acara seperti ini tidak sekedar kompetisi belaka tetapi juga sebagai media kita bersama untuk saling mengingatkan. Saya juga berharap yang hadir pada hari ini dapat menjadi penyambung lidah untuk saudara-saudara kita di luar sana agar  kita bersama-sama melawan narkoba.
Apabila ada kebenaran dalam pidato saya itu semata-mata adalah kebenaran dari Tuhan dan apabila ada kekurangan, itu semata-mata adalah kekurangan saya sebagai manusia biasa jadi sekiranya mohon dimaafkan.
 Hadanallahu waaiyyakum ajmain,  Wassalamu’alaikum wr.wb