Showing posts with label Pelajaran. Show all posts
Showing posts with label Pelajaran. Show all posts

Saturday, December 8, 2012

Contoh Hasil Analisis Unsur Interinsik Novel, Meutia Lon Sayang


UNSUR INTRINSIK NOVEL ‘MEUTIA LON SAYANG’
Sinopsis
            Novel karangan Arafat Nur ini menceritakan tentang perjalanan hidup seorang Gadis bernama Meutia dari Aceh yang harus menerima kenyataan pahit hidupnya. Di usianya yang masih dini, dia menemukan kedua orang tuanya tewas akibat dibantai sekelompok orang yang menamai dirinya dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), mereka membunuh kedua orang tua Meutia karena dianggap sebagai pengkhianat karena ayah Meutia menjadi mata-mata TNI. Bahkan Meutia juga menjadi incaran pembantaian namun diselamatkan oleh teman ayahnya bernama Cek Leman. Setelah itu Meutia masuk ke pesantren, namun karena persoalan biaya akhirnya Meutia keluar dari pesantren dan tinggal di rumah bibinya yang bernama Cek Munah, kehidupan bibinya juga sangat sederhana bahkan kekurangan karena pemannya diduga tenggelam di tengah laut bersama perahu boatnya.
            Semenjak tinggal di rumah cek munah, Meutia sering membantu cek Munah, namun di balik semua itu, Meutia masih menyimpan kesedihan mendalam atas pembantaian kedua orang-tuanya. Ia merasa belum ikhlas atas kejadian itu, ia pun sangat sering menulis curahan hatinya dalam secarik kertas yang katanya untuk Tuhan. Kebiasannya menulis surat itu terus berlangsung seiring luka mendalam yang masih dipendamnya. Hingga suatu hari ia bertemu dengan seorang pemuda yang sangat mirip dengan kakeknya, namanya Teungku Muaz. Teungku Muazlah yang banyak menginspirasi Meutia secara bertahap untuk mampu melupakan kenangan buruk itu, karena ia juga memiliki kenangan buruk yang hampir sama dengan Meutia. hingga akhirnya teungku Muaz menyatakan cintanya kepada Meutia, sehingga Meutia sedikit demi sedikit telah mampu ikhlas atas apa yang terjadi pada hidupnya. Sekian
ü    Tema  : Perjunganan Hidup
ü  Alur     : Maju-mundur
ü  Penokohan :
· Meutia    
Meutia memiliki karakter pendiam, pemalu dan Meutia merupakan tipe orang yang tidak mudah melupakan kejadian buruk yang menimpa hidupnya walaupun telah bertahun-tahun lamanya (larut dalam kesedihan)
· Teungku Muaz (Guru mengaji Meutia)
Baik, bijaksana dan berkharizma, sebagai seorang Ustad, Teungku Muaz memiliki jiwa yang besar dan penyabar.

· Cek Leman (teman ayah Meutia)
Baik dan berani, karena selalu berusaha untuk menjaga Meutia agar tidak menjadi korban pembantaian seperti yang dialami keluarganya.

· Cek Munah (Bibi Meutia)
Baik, karena telah mau  merawat Meutia walaupun dia juga dalam kekurangan, selain itu juga memiliki karakter yang sabar.

· Alan (sepupu Meutia)
Rajin membantu orang tua.

· Nurul (sepupu Meutia)
Cerewet dan ceplas-ceplos.

· Nursyah (murid kakek Meutia)
Baik dan peduli sesama

· Abu Chik (Kakek Meutia)
Patuh kepada agama, berkharizma, dan berjiwa besar.

· Intan (teman Meutia dan Nurul)
Cerewet dan sering mencari tahu urusan orang.

· Cupo Baren
Suka mencela orang lain dan malas

· Cupo Ranteng
Suka mencela orang lain dan malas

· Cupo Maneh
Peduli dengan orang lain dan baik.


ü  Latar   :
·        Tempat           : Di Rumah, Sigli (daerah di Provinsi Aceh), Lhokseumawe (daerah pesisir pantai), balai pengajian (baleh), pesantren tradisional (dayah), pasar ikan (pajak engkoet), laut, surau atau langgar (meunasahII), penampungan korban bencana alam.
·        Suasana          : khawatir, tegang, bahagia, sedih, senang.
·        Waktu : malam hari, sorehari, pagi hari.
ü  Sudut pandang : Orang ke III (serba tahu) karena penulis menceritakan secara rinci novel tersebut baik itu tentang suasana hati Meutia maupun karakter setiap tokoh.
ü  Amanat :
·        Jangan pernah berputus asa dalam menjalani kehidupan di dunia.
·        Selalu bertawakkal ketika mendapat musibah.
·        Saling tolong-menolong sesama manusia.
·        Berpegang teguhlah kepada agama yang dianut.
·        Jangan mencela sesama manusia, seharusnya kita saling menghormati dan menyayangi.

Contoh Resensi Buku Non-Fiksi Lengkap


Resensi Buku, Remaja Membangun Kepribadian
IDENTITAS EKTRINSIK BUKU
Judul buku                          : Remaja Membangun Kepribadian
Penulis                                 : Anna Windyartini S
Tahun terbit                       : 2008
Penerbit                              : Penerbit Nobel Edumedia,
                                                  Jl. Rawagelam III No. 4
   Kawasan Industri Pulogading, Jakarta Timur.
Tebal buku                          : ix + 79 halaman
Harga                                    :  -
ISI POKOK BUKU
Ø  Pada bab  pertama (Berbagai Jenis Keceradasan dalam Diri Manusia),
Menjelaskan tentang berbagai jenis kecerdasan dalam diri manusia, dan cara-cara yang dapat ditempuh untuk mengembangkan intelegesi tersebut. Dalam pembahasan ini diambil dari beberapa sumber yang cukup terpercaya, yaitu ahli-ahli Internasional yang professional di bidang intelegensi,  diantaranya Howard Gardner yang merupakan psikolog dari Amerika Serikat yang mengemukakan sepuluh macam intelgensi berdasarkan penelitiannya yaitu Linguistic Intelligence/ Kecerdasan Linguistik, Logical-Mathematical Intelligence/ kecerdasan logis-Matematis, Musical Intelligence/ Kecerdasan Musikal, Bodily-Kinesthetic Intelligence/ Kecerdasan tubuh-kinestetik, spatial Intelligence/kecerdasan spasial, Interpersonal Intelligence/kecerdasan Interpersonal, Intrapersonal Intelligence/kecerdasan  Intrapersonal, Naturalist Intelligence/ Kecerdasan Naturalis, Spiritual Intelligence/ Kecerdasan spiritual, dan Existencial Intelligence/Intelegensi eksistensial. Tidak hanya itu, pada bab pertama juga dijelaskan cara-cara ampuh untuk mengembangkan potensi/tingkat intelegensi seorang manusia yang didukung dari hasil pengamatan dan penelitan ahli.
Ø  Pada bab kedua (Memanfaatkan Berbagai intelegensi)
Dijelaskan bahwa setiap orang memiliki potensi masing-masing dan tidak ada orang yang tidak memiliki potensi sehingga perlu mengembangkan potensi itu. Tidak hanya itu, dalam buku ini dalam bab ini dibahas tentang visi dan misi yang harus ada dalam setiap diri manusia agar dapat mengembangkan potensinya. Selain itu, juga membahas tentang managemen dan cara  untuk belajar dan mengembangkan potensi diri sesuai dengan kebutuhan/potensi masing-masing sehingga semuanya dilalui dengan cemerlang.
Ø  Pada bab ketiga (Study is Beautiful)
tidak begitu banyak yang dibahas dalam bab ini namun cukup meyakinkan kita bahwa belajar itu adalah sesuatu yang indah dan menyenangkan sehingga timbu motivasi serta semangat untuk belajar.
Ø  Pada bab terakhir/keempat (Berbagai Kisah Tentang Belajar)
Pada bab ini, pembahasannya mengenai pengalaman belajar dari kebanyakan orang dan juga kisah-kisah unik, menarik, dan menggugah seputar perjalanan belajar seseorang yang diceritakan secara terbuka oleh orang-orang yang telah mengalaminya. Cerita-cerita yang diangkat benar-benar menggugah dan memotivasi untuk terus belajar.
Karakter Isi Buku
buku ini menarik dan memiliki ciri khas dibandingkan buku psikologi remaja lainnya karena gaya bahasa yang digunakan mampu dicerna dengan baik, tidak hanya itu pembahasan buku ini singkat tapi dapat membuat pembaca memahami maksudnya, tidak seperti kebanyakan buku yang terlalu berbelit-belit dalam menyampaikan gagasan. Selain itu penulisan buku ini didasarkan kepada sumber yang universal karena sumbernya dimulai dari ahli internasional hingga dari pengalaman masyarakat biasa.
Kelebihan Buku
1.       Buku ini memiliki pembahasan yang singkat namun mudah dipahami
2.       Buku ini ditulis berdasar pada gagasan yang dapat dipercaya seperti ahli psikolog dunia, nasional dan bahkan pengalaman langsung dari masyarakat Indonesia sehingga tetap menggambarkan karakter belajar orang Indonesia.
3.       Contoh-contoh yang digunakan menarik dan menggugah untuk memotivasi remaja agar lebih semangat untuk belajar dan meningkatkan potensi diri
Kekurangan buku
1.       Masih ada sejumlah kata-kata yang kemungkinan sulit dicerna oleh pelajar Sekolah Menengah Pertama(SMP) padahal seharusnya buku semacam ini sudah dapat dibaca oleh siswa SMP yang pada saat itu mulai menginjak masa remaja
2.       Gambar ilustrasi yang digunakan masih kurang sehingga memungkinkan terjadi kepenatan saat membaca.
3.       Motivasi dalam buku ini harus dianalisis karena minimnya pemaparan langsung penulis atau sejumlah ahli, seharusnya buku psikologi remaja semacam ini mengangkat kata-kata bijak ahli tentang materi yang berkaitan dengan bahasan setiap sub bab.