Sunday, September 16, 2012

Berita Sekolah


Smada Pangkep Semakin Gemilang

S
MAN 2 Pangkajene yang sering dikenal dengan nama ‘SMADA Pangkep’ semakin gemilang dalam menunjukkan eksistensinya di dunia pendidikan terutama di Sulawesi-selatan, sekolah yang berdiri sejak 2009 lalu ini telah mengukir prestasi-prestasi besar mulai dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat nasional. Walaupun terbilang sekolah baru, sekolah ini telah mampu menjadi saingan besar bagi sekolah-sekolah lain di Sulawesi-Selatan yang lebih dulu mendapatkan label ‘sekolah Unggulan’.
Yah….sekolah yang dibangun atas inisiatif bupati Pangkep waktu itu, (Alm)Ir. Syafruddin Nur M.Si, karena kepedulian bapak bupati terhadap kualitas pendidikan di Pangkep waktu itu, sekolah ini diberi label “Ungggulan kab.Pangkep” untuk mengikuti kab/kota lain yang lebih dulu telah memiliki sekolah unggulan masing-masing., hmm…walaupun diberi label demikian, warga sekolah biasanya malu untuk mengakui label itu.  yah…! katanya lebih baik menunjukkan bukti saja.  Sekolah ini terletak di jantung kota kabupaten Pangkajene dan Kepulauan tepatnya di jln. H.M Arsyad. B No. 5, gedung yang digunakan merupakan gedung bekas kantor bupati.
Ok guys….balik lagi membahas masalah keemasan sekolah ini. Dari tahun 2009-2012, sekolah ini telah banyak mengukir prestasi yang cukup membanggakan. Berhubung sekarang tahun 2012 nih, okelah…ada informasi nih tentang prestasi sekolah ini sepanjang tahun 2012 hingga berita ini diterbitkan. Adapun prestasi besar yang diraih diantaranya
1.      Lulus Ujian Nasional 100%
2.      Lulus UMPTN 98%
3.      Lulus Pegawai  PLN 1 Orang
4.      Juara Umum British Fair 2 Tahun berturut-turut
5.      Juara 1 LCTM Matematika Se-Sul-Sel
6.      Juara II Cerdas-cermat Fisika Se Sul-Sel
7.      Peringkat 7 Nasional Olimpiade Ekonomi  di Universitas Indonesia
8.      Finalis National Chemestry Challenge (NCC-ITSN Surabaya)
9.      Juara 1 LCTM Matematika Bilingual Se Sul-Sel
10. Peringkat 1 OSN Fisika Tingkat Prov.Sulawesi-Selatan
11. Peringkat 1 OSN Ekonomi Tingkat Provinsi. Sulawesi-Selatan
12. Peringkat Terbaik Kompetisi Ekonomi Zona Sulawesi dan Kalimantan
13. Juara Umum Jambore dan Deklarasi Siswa Anti Korupsi tk. Provinsi Sulawesi-Selatan
14. Duta Anak Sul-Sel Untuk Forum Anak Nasional 2012 di Lembang, Jawa-Barat, dan Duta untuk Kongres Anak Indonesia XI di Batam, Kepulauan Riau.
Wah…banyak banget yah guys…!!, nah….bagi pelajar yang masih duduk di bangku SMP, SMAN 2 Pangkajene, Kab.Pangkep merupakan salah satu alternatif pilihan sekolah setelah tamat SMP. Tentunya dengan selalu belajar dan berusaha, hmm….apalagi nih, yakin aja….sekolah ini menerapkan sistem penerimaan siswa baru yang sangat transparan. Pihak sekolah berharap, prestasi pada tahun 2012 ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai bukti bahwa sekolah ini benar-benar layak mendapat amanah label ‘unggulan’. Sukses terus untuk SMAN 2 Pangkajene.Kab.Pangkep. be the best school. (rn)*

Humor, Pendidikan


Wanted
Pada suatu  malam yaitu sabtu malam, aku berkunjung ke lokasi pelaksanaan salah satu kompetisi bergengsi di tingkat kabupaten yaitu “English camp” yang memang telah menjadi rutinitas setiap tahunnya. Kegiatan itu dilaksanakan oleh satu satu universitas di daerahku. Satnite-ku malam itu kulalui dengan santai sebelum sesuatu yang tak terduga terjadi kepada kami semua
Malam itu………
Selang beberapa waktu setelah tiba di lokasi, para peserta dikumpulkan di depan panggung, pusat tempat dilangsungkannya acara. Dan akupun ikut melaksanakan tanggung jawabku sebagai penonton yaitu menonton. Beberapa waktu kemudian, tiba-tiba seorang pria berbadan besar-tinggi-brewokan plus hitam datang membawa sebuah tas mencurigakan dan sebuah ember yang kemungkinan berisi bom, orang itu langsung menengah di depan panggung dan merebut mic dari panitia. Kami semua kaget, kami berfikir bahwa ia adalah teroris, kami tak tahu akan berbuat apa lagi, karena mungkin kami akan dijadikan sandranya. Tiba-tibaaa…..
“wanted……” teriak pemuda itu
Kami semakin kaget, mata melongo, mulut menganga, sangaaaaaaaaaaat kaget….kami gemetar.
          “aaaaaaahh….aasjdh..ahah.aaaaaaaa.a.a.a……..a” teriak para peserta.
 suasana didepan panggung mendadak horor plus panik
 Tibaa….tibaa
          “wanted……wanted…..cap piring…cap piring….” Pria itu melanjutkan dengan suara mirip banci….
Astagaa….ternyata cuman tukang wantes. hmmm….salah juga sih dianya, ketika ditanya kenapa bilang “wanted”, dengan polos dia menjawab “ini kan acara bahasa inggris…”
GubrakkkkkKKK…
.sayangnya setelah teman-teman tertawa membaca ini, aku hanya mampu berkata “cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan, nama, tokoh, karakter dan tempat kejadian, itu hanya sebuah kebetulan dan tidak ada unsur kesengajaan” #korban sinetron…..haha



Wednesday, September 12, 2012

Biodata Tokoh


ASDAR MUIS RMS,



Lahir di Pangkep, 13 Agustus 1963, putra ketiga dari enam bersaudara dari pasangan Abdul Muis Ali-Siti Rachmatiah Muis Sanusi. Dikenal sebagai esais. Tulisannya pernah aktif dimuat setiap pekan di Pedoman Rakyat berupa kolom dan juga di Harian Fajar dalam rubrik Manusia-Manusia dan kemudian Genta. Bila menulis karya sastra, Suami Herlina ini Kerap memakai berbagai nama samaran, antara lain : Linaku Nunung Rosita.

Thursday, August 30, 2012

Essai. Awas…! Ada Tikus Raksasa di POLRI


Awas…! Ada Tikus Raksasa di POLRI
By : Raniansyah


M
emang kehidupan ini aneh…bahkan menjadi orang Indonesia saja rasanya sangat aneh. Bagaimana tidak?? Negara ini katanya demokratis, yah..benar demokratis, berpihak pada rakyat…tapi eitzz…pada rakyat yang berduit, sedangkan yang lemah menjadi bulan-bulanan pahitnya ketidak-adilan negeri ini. Nampaknya pantun yang berbunyi “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian” itu patut ditinjau ulang, bagaimana tidak? Rakyat Indonesia yang lemah selama ini bersakit-sakit dan senang itu hanya jadi impian, lihat saja anak-anak di pinggir jalan dengan pakaian kumalnya dengan kaleng atau karung atau Koran di tangannya, mereka selama ini bersakit-sakit lalu apa mereka pernah bahagia atau senang?? Tidak….
                                                           ***
            Negeri ini kini terjebak dalam jeratan kapitalis dengan mendewakan uang dan status sosial, siapa yang berduit dan berstatus terpandang maka akan menang dalam segala hal, sedangkan  yang  tidak berduit dan lemah harus tertindas seolah tak pernah merdeka. memang di negeri ini banyak orang yang terpandang. tapi sayang,  sudah jarang yang terhormat, kadang banyak orang memilih terhormat dengan melakukan pekerjaan rendah daripada harus buang harga diri dengan memcuri hak orang lain. Berbicara masalah mencuri maka koruptorlah yang pasti terlintas, dia adalah penjahat  extra ordinary crime  yang menyengsarakan jutaan jiwa, lebih sadis daripada teroris. Bahkan koruptor lebih rendah dari PSK, teringat kala seorang guruku di SMA bernama bapak Yamin pada tahun 2010 berkata  “ PSK itu masih memiliki harga diri lebih besar daripada koruptor, lihat saja…kalau PSK tertangkap maka ia akan berusaha menutupi wajahnya karena malu, sedangkan koruptor, sudah jelas-jelas salah, ia masih melambaikan tangan” . yah….itu benar dan sangat sering terjadi. Bahkan sudah jelas salah, dia masih berusaha mencari pembenaran untuk dirinya. Membayar kuasa hukum mahal-mahal demi pembenaran kesalahan fatal, bahkan hukum negeri ini juga dibeli dengan uang apalagi koruptor banyak uangnya, utss…jangan ribut…ini rahasia umum. Tak ada orang miskin yang punya pengacara, tak ada orang miskin yang bisa membeli hukum, karena sekali lagi, demokratis itu berubah pengertian di Indonesia menjadi kedaulatan rakyat berduit. Hmm…miris rasanya melihat keadaan negeri ini, tapi mau diapa lagi?? Sudah terlanjur begini…..peraturan pun mungkin memanjakan koruptor dengan remisi dan pembebasan bersyarat yang mengatasnamakan hak asasi tanpa memikirkan hak asasi jutaan rakyat yang direbut koruptor. Dasar…koruptor manusia jalang.
                                                               ***
            Pekan pertama Agustus 2012, mataku tertuju pada sejumlah berita di stasiun TV swasta yang dimeriahkan..dihebohkan dengan terjeratnya 2 jenderal polisi  dalam kasus korupsi simulator sim dari Korps Lalu-Lintas Mabes POLRI, terjadi rebutan kasus antara Polisi dan KPK, seolah tragedi Cicak VS Buaya kembali terulang tahun ini…sementara  Presiden SBY melalui juru bicaranya mengatakan kalau KPK dan POLRI harus bersinergi, tapi apa? Keduanya sama-sama berebut menyelidiki kasus itu, semuanya merasa lebih dulu melakukan penyidikan. Padahal sudah ada aturannya, kalau KPK sudah menyelidiki, tidak ada yang berhak campur tangan, biarkan KPK yang menyelidiki. Sedangkan pada kejadian ini, POLRI seolah tak mau mengalah dan telah menahan 5 tersangka, yang 3 diantaranya sama dengan yang ditetapkan KPK.  Jelas ini adalah kesimpang-siuran yang patut diselidiki, jangan sampai ada kasus lebih besar atau ada tikus lebih besar disembunyikan…entahlah??  Karena rata-rata kasus korupsi itu tidak dikerjakan sendiri tapi gotong-royong. Hmm…pastinya siapapun yang tertangkap dan terbukti korupsi wajib ditahan dan dicopot jabatannya walaupun jenderal Polisi sekalipun.
            Polisi juga manusia, Polisi yang selama ini dipercaya sebagai salah satu insan penegak hukum justru bisa juga melakukan korupsi dan menjatuhkan martabat insan hukum negeri ini. mungkin memang benar, selama kantong masih menghadap ke atas, maka pasti akan tetap ada pencuri, tikus yang biasanya hanya memakan isi gabah rakyat dan menyisakan kulitnya kini semakin rakus dengan memakan habis sampai karung-karungnya dan tikus rakus itu adalah koruptor, profesi yang tidak bosannya menyengsarakan jutaan Rakyat. Mereka tidak pernah bahagia, koruptor itu orang-orang besar yang banyak uangnya tapi masih saja mau menambah kekayaan walau dengan mencuri uang Negara. Karena pendidikan mereka besar tapi jiwa dan perasaan mereka nihil…selalu mencari kebahagiaan dengan uang padahal mereka tidak tahu kalau kebahagiaan itu diciptakan bukan dicari. Yah…karena otak mereka kapitalis, dan daging termulia bernama hati dalam dirinya sudah rusak. Perilakunya murahan….memalukan…tidak terhormat dan patut dihujat. Hmmm,,,,benar-benar layaknya tikus kelaparan, tikus rakus yang telah berubah jadi lebih rakus.
                                                            ***
            Aku berharap, semoga yang membaca ini bukan bakal koruptor. Tapi jika ada koruptor atau bakal koruptor yang membacanya (Koruptor, sadar diri ), maka semoga terhina dengan ini dan sadar….kalau dia manusia paling murahan di dunia ini.*hehe
Pangkep, 10 Agustus 2012

Thursday, July 19, 2012

Pantun Nasehat


Pantun
Raniansyah

Banyak cuka dalam acar
Rasanya asin sangat parah
Jangan dulu punya pacar
Kalau belum tamat sekolah

Mudi-mudi di terminal daya
Melihat pemuda sangat cakep
Mau lihat ragam budaya
Cobalah berkunjung ke  Pangkep

PUING HARAPAN


PUISI
PUING HARAPAN
Karya : Raniansyah

Di antara beribu kata terpendam
Di balik sejuta senyum tersirat
Di antara tetes-tetes keringat
Di atas sebuah puing harapan
kubermimpi, kuberharap, kuberangan

Andai dunia mengerti
Bila mereka tahu
Ada seberkas cahaya di sini
Dimana ? Di sini, di hati
 Cahaya ?,  Ya.. cahaya…
Seberkas cahaya harapan
Dari anak negeri, untuk anak negeri

Ketika bisnis jadi prioritas mereka
siapa mereka?
mereka yang biasa tawarkan bantal ikrar jelang pemilu
yang selalu akrab dengan kasur solidaritas
walau akhirnya, setitik kapuk pembuktian pun tak ada.
Mereka yang dengan gagahnya disebut Pemimpin
yang megah dengan sapaan wakil rakyat
Walau itu hanya nama, walau itu hanya identitas
Internal parpol jadi urusan utama
Rakyat akhirnya jauh dari harapan

Rakyat kini….mungkin tak percaya lagi
Bangunan harapan kini runtuh
tapi diantara reruntuhan itu
Kita masih punya puing-puing
Puing? Ya…Puing harapan
Dari generasi, generasi penerus?
Bukan…tapi generasi pelurus
Kita bisa merangkai puing harapan
Kita mampu saling merangkul
Kita dapat membangun harapan dari puing itu

Aku, kami, kita siap membangun puing itu
Dari anak Indonesia untuk Indonesia
Karena kami ditakdirkan harus untuk itu.





















Nama : Raniansyah
Kelas  : XII Ibnu Khaldun