Friday, September 26, 2014

Jangan Buat Malu Nak!

Oleh: Raniansyah Jangan buat malu nak! pesan dua insan tercinta untukmu insan penuntut ilmu untukmu para pelayan Bangsa Jangan buat malu ibu-bapak nak! dihadapan Tuhan, Tuhan kita maka laksakan kewajibanmu sebagai hamba-Nya jangan ingkari janjimu Jangan buat malu ibu-bapak nak di sana, di tanah tempat kamu berpijak maka jadilah penuntut tanpa harus dituntut belajarlah menghargai tanah tempat kakimu berdiri Jangan buat malu ibu-bapak nak! Jika kelak kau jadi pelayan bangsa Pahamilah makna ketulusan belajarlah tentang arti mengabdi agar kau...

Wednesday, September 10, 2014

Puisi: Senja

Senja Karya: Raniansyah Kasih.. aku ingin menyayangimu Sperti senja yang tak pernah bosan berwarna jingga di langit baratku juga langit baratmu Kasih... Jika kau rindu padaku.. Tanyakan aku pada senja  Hingga jingganya berubah hitam.. Aku berharap bisa mencintaimu Hingga senja hidupku Bahkan ketika jingga yang terlihat kini berubah gelap hitam Bersama nafas yang beranjak pergi Kasih... Kita memahami  Senja pasti berganti jadi malam Tapi semoga tak ada sedih Di setiap pergantiannya...saat kita menyadari, esok tak ada lagi senja  Kasih.....

Puisi: Malam

Malam Karya: Raniansyah Sepimu nasehatiku banyak hal Perjuangan, pengorbanan bahkan tentang kesabaran dan cinta Gelap bukan berarti mendung Hitam bukan berarti tak bersahabat Bahkan bgitu bnyak mulia Yang datang bersama sepimu Tuhan terasa bgitu dekat saat tiba masamu, hanya kau msih banyak diam. Mungkin kau percaya diam itu emas, tanpa kau sadar kini diam bnyak ditindas.. Malam, Banyak yg kehilanganmu Mreka terlelap menanti pagi tanpa kau ceritakan sedikit rahasiamu, Rahasia yang kini kau bisikkan lewat nyanyian angin malam yg tusuk ruang terdalamku, Nasehat-nasehat...

Saturday, May 24, 2014

Puisi: Jauh

oleh: Raniansyah Rahman aku masih mencari definisi "jauh" mungkinkah jauh itu sejauh mata memandang ataukah kala langit dan bumi terlihat berjabat mungkin aku terlalu jauh untuk bisa mengerti Mungkinkah jauh bisa berkawan dekat mampukah jauh toleren dengan rindu? ahh, kadang aku merasa jauh disaat dekat kadang akupun merasa dekat saat jauh syair Jauh mungkin terlalu jauh untuk dipahami aku msih sulit membuat bumi dan langit berjabat mataku rabun untuk baca keadaan kapankah aku mengerti tentang jauh? mungkin aku akan benar-benar jauh... Tamalanrea,...

Puisi: Gadis Kecil di Persimpangan Jalan

oleh : Raniansyah Pakaian usang nan kumal membalut tubuh mungilnya tak ada yang mendekatinya sorot matanya tajam melihat sekelilingnya seolah di rimba ganas yang menghantuinya dia seperti pasir di tumpukan mutiara asing di negeri yang terasing aroma tubuhnya kecut, masam, asin, campur tak menentu "Tidak Tahu", jawabannya hanya itu setiap kutanya dia tak tersentuh fasilitas dia tak menikmati sedikitpun hak dia juga tak punya suara menuntut janji manis lima sila Gadis kecil di persimpangan jalan dia punya jawaban istimewa soal keberadaan orangtuanya "Mencari...

Puisi: Cantik

oleh: Raniansyah cantik.... syairku masih bingung tentang definisi aku masih bergutat mengejar definisi "cantik", atau apapun istilah orang aku tidak peduli, aku masih mencari apa maknamu?, dari mana asalmu? malam ini aku melihat cantik yang kutemukan dalam segaris senyum bukan dari mata atau yang lainnya adakah dari senyum turun ke hati? aku masih bertanya, terus bertanya, hingga bulan mengantarku pada matahari cantik.... selalu saja menjadi alasan untuk pengagum simbol yang melekat bagi apapun yang indah.. cantik...andai dia juga peka.. aku...

Puisi: Anu..

oleh: Raniansyah Rahman anu... bibirku bergetar syair-syair tertahan di tenggorokanku aku tak mampu berucap aku gugup mengungkap walau dapat kupastikan aku tak bisu walau dapat kupastikan aku bicara benar anu... aku terpaku dalam diam akupun bingung ini apa? seolah aku dalam kaget terdahsyat walau dapat kupastikan aku tak kaget anu... tak ada pendahuluan yang dapat kuucap bgitupun kata pengantar yg tak sanggup kuungkap jangan juga kau tanya aku soal daftar isi mungkin aku hanya bisa memberikan isi, tapi tunggu! 'anu' masih bergetar di...

Puisi: Definisi Cinta

oleh: Raniansyah Cinta adalah keseimbangan kala das solen dan das sein bergenggaman di persimpangan tak terhingga arah cinta adalah nyanyian takdir nada rancu tak bermelodi yang menurutmu indah suara rumpang yang kau dengar merdu karena cinta bicara soal pahammu dan pahamnya bukan paham orang lain.... Jangan paksa cinta membaca keadaan karena tanpa kau paksa pun, ia adalah pembaca yang baik jangan minta dia mendengar karena tanpa kau pinta pun, ia pendengar yang baik biarkan takdir menyanyikannya karena takdir selalu paham Lebih paham dari...

Puisi: Kekasih Hati

oleh: Raniansyah Ini sebingkai cerita tentang kekasih hati aku masih rajin memperhatikanmu dari jauh menatapmu begitu dalam di belakangmu membaca kata demi kata yang kau bagi lalu mendalami setiap like dan komentarnya aku masih enggan meninggalkan kebiasaan lama mengoleksi lukisan digital wajahmu aku tak mau berhenti menulis kutahu disetiap tulisku kau inspirasinya kekasih hati, kau tak harus jadi pacarku cukup kau setia jadi kekasih hatiku walau kutahu berada di dalam sana tak begitu indah tapi yakinlah semua akan romantis pada waktunya kekasih...

Puisi: Serpihan Kenangan

karya: Raniansyah Dia datang menyambut biru langitmu lalu datang lagi di langit putihmu terus datang hingga jingga langit barat langit menghitam pun ia tak kunjung pergi terjaga bersama hingga larut dan terlarut dalam satu makna yang masih dicari dalam kata tak terdefenisi dalam rasa yang belum terpahami lantas tak sanggup berucap bahkan sekedar menulis status "aku galau" karam dalam duka dan bisu kupikir ia akan bergegas pergi kala rona jingga menghias langit timur tapi ia masih setia dan terus begitu hingga garis hitam menghias katup...

Puisi: Bait-Bait Galau

karya: Raniansyah Dia datang menyambut biru langitmu lalu datang lagi di langit putihmu terus datang hingga jingga langit barat langit menghitam pun ia tak kunjung pergi terjaga bersama hingga larut dan terlarut dalam satu makna yang masih dicari dalam kata tak terdefenisi dalam rasa yang belum terpahami lantas tak sanggup berucap bahkan sekedar menulis status "aku galau" karam dalam duka dan bisu kupikir ia akan bergegas pergi kala rona jingga menghias langit timur tapi ia masih setia dan terus begitu hingga garis hitam menghias katup...

Sunday, April 6, 2014

Puisi: Ingin Lupalupalupalupa

Ingin Lupalupalupalupa karya : Raniansyah Ingin Lupalupalupalupa bukan palupalupalupalu yang hanya gores darah disetiap jejakku Aku benci mengingat ingatan hanya membawaku dalam luka aku takut mengingat ingatan hanya hanyutkanku dalam duka Ingatan datang bersama hamparan  janji seolah berucap “setiap kenangan itu Indah” menghasutku agar aku tak lupa hanyut dalam melodi yang ternyata nyanyian duka Aku coba melawan ingat agar aku dapat rasakan lupa aku ingin lupalupalupalupa bukan palupalupalupalu  yang kini serang  bahagiaku Ingin...

Thursday, March 27, 2014

Andai perasaan mampu berbohong

Andai perasaan mampu berbohong karya : Raniansyah  Andai Perasaan mampu berbohong 'mungkin' aku akan trus berbohong Menghindari pahit yang terasa  menghampiri manis yang terpikir Kadang pahit itu harus datang dari perasaan tapi ku tidak mampu menghindarinya layaknya anak kecil yang tak mampu menghindar, ketika disuapi obat yang pahit tapi 'mungkin' juga benar, pahit itu obat tpi haruskah kita trus merasakan obat pahit? tidak adakah yang manis? Andai perasaan mampu berbohong yang penting hanya jawaban 'ya' setiap cinta yang datang,...

Tuesday, March 25, 2014

Wakil? Demokrasi? Itu Apaan?

Wakil? Demokrasi? Itu Apaan?Karya :Raniansyah Jelangkung.....jelangkungdatang tak dijemput pulang tak diantar.jelangkung...jelangkungdatang tak diundang, pulang tak diantarWakil? yah...mungkin mirip jelangkung jelang pemiluhanya datang disaat kampanyehilang ditelan bumi usai pemilujangankan batang hidung, jejak kaki pun tak terlihat mereka begitu rajin memberimemberi sarung berlabel 'Pilih Nomor'memberi gula bermerek 'Pilih Nomor'memberi duit dalam amplop berkop 'pilih nomor'sepertinya sudah ada Industri 'Pilih Nomor'mungkin juga demokrasi...

Saturday, January 4, 2014

ASEAN Community 2015 : Siap, Tidak Siap, atau Berharap Siap?

oleh : Raniansyah Aku tertawa kecil meninggalkan Auditorium baruga A.P pettarani hari ini (3 Januari 2014) setelah mengikuti Seminar Nasional bertema "Daya Saing Bangsa : Perspektif Ekonomi Digital dan Hegemoni Politik dalam Era ASEAN Community 2015" yang menghadirkan Hatta Rajasa (Menteri Perokonomian RI), Letnan TNI (Purn) Sutiyoso (mantan Gubernur DKI Jakarta) dan Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sul-sel) sebagai pemateri. Masih ada pertanyaan yang mengganjal di kepalaku, pertanyaan yang sangat sederhana mengenai ASEAN Community, mungkin juga...
 
e
m
o
c
l
e
W