Oleh: Raniansyah
Jangan buat malu nak!
pesan dua insan tercinta
untukmu insan penuntut ilmu
untukmu para pelayan Bangsa
Jangan buat malu ibu-bapak nak!
dihadapan Tuhan, Tuhan kita
maka laksakan kewajibanmu sebagai hamba-Nya
jangan ingkari janjimu
Jangan buat malu ibu-bapak nak
di sana, di tanah tempat kamu berpijak
maka jadilah penuntut tanpa harus dituntut
belajarlah menghargai tanah tempat kakimu berdiri
Jangan buat malu ibu-bapak nak!
Jika kelak kau jadi pelayan bangsa
Pahamilah makna ketulusan
belajarlah tentang arti mengabdi
agar kau...
Friday, September 26, 2014
Wednesday, September 10, 2014
Puisi: Senja
10:59 PM
PUISI
Senja
Karya: Raniansyah
Kasih..
aku ingin menyayangimu
Sperti senja yang tak pernah bosan berwarna jingga di langit baratku juga langit baratmu
Kasih...
Jika kau rindu padaku..
Tanyakan aku pada senja
Hingga jingganya berubah hitam..
Aku berharap bisa mencintaimu
Hingga senja hidupku
Bahkan ketika jingga yang terlihat
kini berubah gelap hitam
Bersama nafas yang beranjak pergi
Kasih...
Kita memahami
Senja pasti berganti jadi malam
Tapi semoga tak ada sedih
Di setiap pergantiannya...saat kita menyadari, esok tak ada lagi senja
Kasih.....
Puisi: Malam
10:57 PM
PUISI
Malam
Karya: Raniansyah
Sepimu nasehatiku banyak hal
Perjuangan, pengorbanan
bahkan tentang kesabaran dan cinta
Gelap bukan berarti mendung
Hitam bukan berarti tak bersahabat
Bahkan bgitu bnyak mulia
Yang datang bersama sepimu
Tuhan terasa bgitu dekat saat tiba masamu, hanya kau msih banyak diam. Mungkin kau percaya diam itu emas, tanpa kau sadar kini diam bnyak ditindas..
Malam,
Banyak yg kehilanganmu
Mreka terlelap menanti pagi
tanpa kau ceritakan sedikit rahasiamu, Rahasia yang kini kau bisikkan lewat nyanyian angin malam yg tusuk ruang terdalamku,
Nasehat-nasehat...
Saturday, May 24, 2014
Puisi: Jauh
11:53 PM
PUISI
oleh: Raniansyah Rahman
aku masih mencari definisi "jauh"
mungkinkah jauh itu sejauh mata memandang
ataukah kala langit dan bumi terlihat berjabat
mungkin aku terlalu jauh untuk bisa mengerti
Mungkinkah jauh bisa berkawan dekat
mampukah jauh toleren dengan rindu?
ahh, kadang aku merasa jauh disaat dekat
kadang akupun merasa dekat saat jauh
syair Jauh
mungkin terlalu jauh untuk dipahami
aku msih sulit membuat bumi dan langit berjabat
mataku rabun untuk baca keadaan
kapankah aku mengerti tentang jauh?
mungkin aku akan benar-benar jauh...
Tamalanrea,...
Puisi: Gadis Kecil di Persimpangan Jalan
11:50 PM
PUISI
oleh : Raniansyah
Pakaian usang nan kumal membalut tubuh mungilnya
tak ada yang mendekatinya
sorot matanya tajam melihat sekelilingnya
seolah di rimba ganas yang menghantuinya
dia seperti pasir di tumpukan mutiara
asing di negeri yang terasing
aroma tubuhnya kecut, masam, asin, campur tak menentu
"Tidak Tahu", jawabannya hanya itu setiap kutanya
dia tak tersentuh fasilitas
dia tak menikmati sedikitpun hak
dia juga tak punya suara menuntut janji manis lima sila
Gadis kecil di persimpangan jalan
dia punya jawaban istimewa soal keberadaan orangtuanya
"Mencari...
Puisi: Cantik
11:36 PM
PUISI
oleh: Raniansyah
cantik....
syairku masih bingung tentang definisi
aku masih bergutat mengejar definisi
"cantik", atau apapun istilah orang
aku tidak peduli, aku masih mencari
apa maknamu?, dari mana asalmu?
malam ini aku melihat cantik
yang kutemukan dalam segaris senyum
bukan dari mata atau yang lainnya
adakah dari senyum turun ke hati?
aku masih bertanya, terus bertanya,
hingga bulan mengantarku pada matahari
cantik....
selalu saja menjadi alasan untuk pengagum
simbol yang melekat bagi apapun yang indah..
cantik...andai dia juga peka..
aku...
Puisi: Anu..
11:31 PM
PUISI
oleh: Raniansyah Rahman
anu...
bibirku bergetar
syair-syair tertahan di tenggorokanku
aku tak mampu berucap
aku gugup mengungkap
walau dapat kupastikan aku tak bisu
walau dapat kupastikan aku bicara benar
anu...
aku terpaku dalam diam
akupun bingung ini apa?
seolah aku dalam kaget terdahsyat
walau dapat kupastikan aku tak kaget
anu...
tak ada pendahuluan yang dapat kuucap
bgitupun kata pengantar yg tak sanggup kuungkap
jangan juga kau tanya aku soal daftar isi
mungkin aku hanya bisa memberikan isi, tapi tunggu!
'anu' masih bergetar di...
Puisi: Definisi Cinta
11:26 PM
PUISI
oleh: Raniansyah
Cinta adalah keseimbangan
kala das solen dan das sein bergenggaman
di persimpangan tak terhingga arah
cinta adalah nyanyian takdir
nada rancu tak bermelodi yang menurutmu indah
suara rumpang yang kau dengar merdu
karena cinta bicara soal pahammu dan pahamnya
bukan paham orang lain....
Jangan paksa cinta membaca keadaan
karena tanpa kau paksa pun, ia adalah pembaca yang baik
jangan minta dia mendengar
karena tanpa kau pinta pun, ia pendengar yang baik
biarkan takdir menyanyikannya
karena takdir selalu paham
Lebih paham dari...
Puisi: Kekasih Hati
11:22 PM
PUISI
oleh: Raniansyah
Ini sebingkai cerita tentang kekasih hati
aku masih rajin memperhatikanmu dari jauh
menatapmu begitu dalam di belakangmu
membaca kata demi kata yang kau bagi
lalu mendalami setiap like dan komentarnya
aku masih enggan meninggalkan kebiasaan lama
mengoleksi lukisan digital wajahmu
aku tak mau berhenti menulis
kutahu disetiap tulisku kau inspirasinya
kekasih hati, kau tak harus jadi pacarku
cukup kau setia jadi kekasih hatiku
walau kutahu berada di dalam sana tak begitu indah
tapi yakinlah semua akan romantis pada waktunya
kekasih...
Puisi: Serpihan Kenangan
11:17 PM
PUISI
karya: Raniansyah
Dia datang menyambut biru langitmu
lalu datang lagi di langit putihmu
terus datang hingga jingga langit barat
langit menghitam pun ia tak kunjung pergi
terjaga bersama hingga larut dan terlarut
dalam satu makna yang masih dicari
dalam kata tak terdefenisi
dalam rasa yang belum terpahami
lantas tak sanggup berucap
bahkan sekedar menulis status "aku galau"
karam dalam duka dan bisu
kupikir ia akan bergegas pergi
kala rona jingga menghias langit timur
tapi ia masih setia dan terus begitu
hingga garis hitam menghias katup...
Puisi: Bait-Bait Galau
11:14 PM
PUISI
karya: Raniansyah
Dia datang menyambut biru langitmu
lalu datang lagi di langit putihmu
terus datang hingga jingga langit barat
langit menghitam pun ia tak kunjung pergi
terjaga bersama hingga larut dan terlarut
dalam satu makna yang masih dicari
dalam kata tak terdefenisi
dalam rasa yang belum terpahami
lantas tak sanggup berucap
bahkan sekedar menulis status "aku galau"
karam dalam duka dan bisu
kupikir ia akan bergegas pergi
kala rona jingga menghias langit timur
tapi ia masih setia dan terus begitu
hingga garis hitam menghias katup...
Sunday, April 6, 2014
Puisi: Ingin Lupalupalupalupa
8:43 AM
PUISI
Ingin
Lupalupalupalupa
karya : Raniansyah
Ingin Lupalupalupalupa
bukan palupalupalupalu
yang hanya gores darah disetiap jejakku
Aku benci mengingat
ingatan hanya membawaku dalam luka
aku takut mengingat
ingatan hanya hanyutkanku dalam duka
Ingatan datang bersama hamparan janji
seolah berucap “setiap kenangan itu Indah”
menghasutku agar aku tak lupa
hanyut dalam melodi yang ternyata nyanyian duka
Aku coba melawan ingat
agar aku dapat rasakan lupa
aku ingin lupalupalupalupa
bukan palupalupalupalu
yang kini serang bahagiaku
Ingin...
Thursday, March 27, 2014
Andai perasaan mampu berbohong
1:37 AM
PUISI
Andai perasaan mampu berbohong
karya : Raniansyah
Andai Perasaan
mampu berbohong
'mungkin' aku akan
trus berbohong
Menghindari pahit
yang terasa
menghampiri manis
yang terpikir
Kadang pahit itu
harus datang dari perasaan
tapi ku tidak mampu
menghindarinya
layaknya anak kecil yang tak
mampu menghindar,
ketika disuapi obat yang pahit
tapi 'mungkin' juga benar, pahit itu obat
tpi haruskah kita trus merasakan obat pahit?
tidak adakah yang manis?
Andai perasaan mampu berbohong
yang penting hanya jawaban 'ya'
setiap cinta yang datang,...
Tuesday, March 25, 2014
Wakil? Demokrasi? Itu Apaan?
11:18 PM
PUISI
Wakil? Demokrasi? Itu Apaan?Karya :Raniansyah
Jelangkung.....jelangkungdatang tak dijemput pulang tak diantar.jelangkung...jelangkungdatang tak diundang, pulang tak diantarWakil? yah...mungkin mirip jelangkung jelang pemiluhanya datang disaat kampanyehilang ditelan bumi usai pemilujangankan batang hidung, jejak kaki pun tak terlihat
mereka begitu rajin memberimemberi sarung berlabel 'Pilih Nomor'memberi gula bermerek 'Pilih Nomor'memberi duit dalam amplop berkop 'pilih nomor'sepertinya sudah ada Industri 'Pilih Nomor'mungkin juga demokrasi...
Saturday, January 4, 2014
ASEAN Community 2015 : Siap, Tidak Siap, atau Berharap Siap?
5:18 AM
ESAI
oleh : Raniansyah
Aku tertawa
kecil meninggalkan Auditorium baruga A.P pettarani hari ini (3 Januari 2014)
setelah mengikuti Seminar Nasional bertema "Daya Saing Bangsa : Perspektif
Ekonomi Digital dan Hegemoni Politik dalam Era ASEAN Community 2015" yang
menghadirkan Hatta Rajasa (Menteri Perokonomian RI), Letnan TNI (Purn) Sutiyoso
(mantan Gubernur DKI Jakarta) dan Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sul-sel)
sebagai pemateri. Masih ada pertanyaan yang mengganjal di kepalaku, pertanyaan
yang sangat sederhana mengenai ASEAN Community, mungkin juga...