Pelangi Merah Putih: Bulan Yang Tak Mengalah: Pagi itu ketika upacara bendera berlangsung seorang teman yang ada didepanku berbalik ke belakang da...
Tuesday, October 25, 2011
6:12 AM
Pidato/Dakwah
Topik: Meningkatkan SDA dan SDM untuk Majukan daerah
Tujuan khusus: mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk peduli terhadap peningkatan SDM untuk memanfaatkan SDA yang ada.
Sasaran pendengar: seluruh lapisan masyarakat
NASKAH PIDATO
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Alhamdu lillahi rabbil alamin,wabihii nastainu alaa umuuriddunya waddin,assalatu wassalamu alaa asrafil anbiyai wal mursalim sayidina Muhammad waala alihi washbihi ajmain ammabaad.
Yang saya hormati bapak kepala sekolah,yang saya hormati bapak/ibu guru dan staf pegawai,yang saya hormati hadirin dan hadirat,beserta teman sekalian yang sama berbahagia,pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas berkat,rahmat dan hidayahnyalah kita masih sempat hadir ditempat yang sederhana ini dalam suatu acara dengan tema “Membangun Daerah Kabupaten Pangkep”,salam serta shalawat senantiasa kita haturkan kepada baginda Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah sekaligus rahmatan lil alamin,
Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya membawakan sebuah pidato dengan judul “Meningkatkan SDM dan SDA dalam upaya membangun daerah”
Hadirin dan hadirat yang saya hormati
Sumber daya manusia merupakan salah satu indikator paling penting dalam upaya membangun daerah,kemajuan sumber daya manusia akan memacu kemajuan daerah,bagaimana cara agar kemajuan SDM dapat terlaksana ?,caranya adalah dengan peningkatan mutu pendidikan,untuk meningkatkan mutu pendidikan ini,tidak dapat terlaksana hanya dengan kata-kata namun harus dibarengi dengan perbuatan ,dengan cara meningkatkan kualitas tenaga pengajar dan memberikan subsidi berupa beasiswa prestasi dan beasiswa kurang mampu dan pembebasan SPP,saya sangat mengapresiasi program pemerintah kabupaten pangkep yang telah melaksanakan program pendidikan gratis,program ini cukup membantu para orang tua yang kurang mampu,kini dapat menyekolahkan anaknya .dikabupaten pangkep ini selama program pendidikan gratis terlaksana terjadi peningkatan pesat terhadapa mutu pendidikan di berbagai even lomba ditingkat provinsi bahkan nasional pangkep sudah dapat berkiprah,ini membuktikan program pendidikn gratis telah sukses dalam upaya pemajuan mutu pendidikan dan ini tentu memacu mutu SDM,perlu dipikirkan upaya lain dalam peningkatan mutu SDM untuk mampu bersaing didunia kerja,karena dilihat dari kenyataannya perusahaan perusahaan yang ada di pangkep seperti PT Semen Tonasa merekrut karyawan yang sebagian besar berada dari luar pangkep,ini sudah cukup membuktikan bahwa orang-orang kita belum mampu bersaing di dunia tenaga kerja !!!!yang perlu dipikirkan sekarang adalah bagaimana cara agar kabupaten kita mampu bersaing di dunia kerja.
Hadirin dan hadirat yang saya hormati !!
Pangkep kabupaten kita yang tercinta juga memiliki potensi yang besar di SDA,kabupaten yang dikenal dengan istilah tiga dimensi ini dengan jumlah kecamatan sebanyak tiga belas didalamnya terdapat potensi masing-masing yang sangat berperan dalam memajukan daerah kita,namun satu pertanyaan besar !,apakah kita mampu mengelola sumber daya itu sendiri ?,nah disinilah diperlukan SDM yang memadai agar dapat memanfaatkan potensi SDA yang kita miliki !!,kita jangan membiarkan orang lain mengelola sumber daya alam kita namun kita hanya dapat menjadi penonton,contohnya saya mendengar kabar kalau di Segeri nanti akan dibangun pabrik penambangan minyak karena potensi minyak yang besar disana ,biarlah Investor Asing yang menanamkan modalnya didaerah kita yang tentunya membawa hasil bagi daerah kita,selain itu kita perlu memunculkan tenaga kerja kita disana,bukan Cuma sebagai kuli atau buruh namun sebagai salah satu atasan di perusahaan itu !,hal ini bisa terjadi selama potensi SDM terus kita tingkatkan .selain itu jika ada proyek seperti itu tidak hanya dampakekonomi yang kita pikirkan,namun perlu dipertimbangkan apakah proyek itu membawa dampak baik bagi lingkungan kita !,jangan sampai Industri tidak berguna mencemari lingkungan kita.
Piala Adipura yang selama ini diraih kabupaten kita,sebagai kota kecil terbersih dan terindah seindonesia direbut oleh daerah lain karena pencemaran lingkungan,jadi Intinya pikirkan matang-matang sebelum menerima perjanjian kontrak dengan Investor asing agar penghargaan terbesar kebersihan dapat kita pertahankan.
Tidak hanya itu, didaerah kita potensi SDA masih tersedia banyak,seperti ikan bandeng yang dikenal dengan nama BOLU,jeruk besar yang banyak didaerah Padanglampe yang dikenal dengan nama LEMO,dan Udang yang banyak didaerah empang yang ada di kabupaten Pangkep yang dikenal dengan nama DOANG,sehingga kabupaten kita biasa dijuluki kota BOLEDONG (Bolu,Lemo,Doang )potensi sumber daya alam ini sudah dapat dimanfaatkan oleh orang dari daerah kita sendiri,tanpa adanya sumber daya manusia yang mendukung potensi sumber daya alam kita,siapa lagi yang harus mengelolahnya.
Hadirin dan hadirat yang saya hormati !!
Tuhan menganugerahi daerah kita kekayaan alam yang besar,tapi disamping itu kita harus berusaha membuat sesuatu yang mampu mengelola kekayaan alam tersebut,bagaimana caranya ?,caranya adalah dengan memperbaiki kualitas pendidikan yang tentu berujung pada perbaikan kualitas SDM.saya sangat mengapresiasi program pemerintah yaitu program pendidikan gratis dalam upaya memajukan kualitas pendidikan .
Sebagai kesimpulan,marilah kita bersama sama membangun daerah kita dengan mempertahankan beberapa prestasi daerah kita,marilah kita bersama-sama memanfaatkan sumber daya alam yang potensial kita miliki dengan memperbaiki kualitas pendidikan yang tentunya mengarah pada perbaikan kualitas SDM,sehingga kita dapat bersaing dengan orang dari luar daerah,baik dari segi prestasi maupun persaingan dalam dunia kerja sehingga daerah kita dapat benar-benar maju.dan untuk teman-teman pelajar,belajarlah yang rajin,tuntutlah pendidikan sebaik mungkin apalagi kita diberi peluang besar dengan adanya program pendidikan gratis sehingga kita dapat meraih prestasi dan tentunya menambah kualitas SDM kita !!.
Mungkin cukup sekian pidato saya pada hari ini,apabila ada kekurangan atau kesalahan mohon dimaafkan
Akhirul kalaam
Wabillahi Taufik Walhidayah,Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Oleh : Raniansyah
6:08 AM
PUISI
CINTA INI UNTUKMU
Karya:Raniansyah
Saat kumenatap keindahan dunia
Gemerlap sejuta bintang di langit
Rerimbun pepohonan disekitarku
Keanekaragaman mahluk hadir
Disana kulihat seorang gadis
Gadis yang sangat cantik
Keindahan dunia ini terasa lengkap Karena hadirmu
Kau bagaikan seberkas cahaya
Yang hadir kala ku hampa
Selama ini hanya dengan alam
Kurasakan cinta,kurasakan persahabatan
Namun dengan hadirmu
Kumerasa ada sebuah rasa yang terukir dalam hati
Setiap detik kuingin selalu tatap wajah itu
Wajah yang anggun, selalu dihiasi senyuman
Namun satu hal yang kusesalkan
Kau tak pernah tahu rasa ini
Ku hanya mampu menatapmu dari belakang
Namun walaupun kau tak pernah tau
Tapi akan selalu kujaga
Rasa dan cinta ini untukmu
The Contribution Of Mattampa
5:53 AM
Culture
The Contribution of Mattampa
1).Prepace/Introduction
Pangkep is one of culture city in Indonesia, there are many culture, typical food, rekreational place in Pangkep regency. There are many kind of typical food from Pangkep such as cucuru bajao, cao, sop saudara, dange, etc. While the tradition of pangkep regency which very famous such as ma’bissu or mappalili.
If we see from recreational place, Pangkep have important place’s such as sumpang bita, mattampa, Bambu runcing statue, and Musafir Park. Not only that, pangkep also have amazing natural opulence such as mountain karst, jati tree, bolu, lemo, doang(BOLEDONG).
In this paper, we will explain about Dufan Mattampa, one of recreational place which famous in pangkep regency.
Dufan Mattampa located in Mattampa, Samalewa Bungoro subdistrict, Pangkep regency. Pangkep dufan Mattampa have wide area around 11 Hectare. Dufan Mattampa opened since 2004, there are many knowledge which can students get from Dufan mattampa, such as Historycal backround of dufan mattampa, Mattampa in Future, The scenery of Mattampa, and The Contribution of mattampa
In this Paper, we will explain about The Contribution of Mattampa.
2). The Contribution of Mattampa
In the reality, all of rekreational park/place have a contribution.
In this paper, we will explain about the contribution of Mattampa, there are many contribution of Mattampa such as :
ü Mattampa as Recreational place
Dufan Mattampa is one of rekreational Place in South Sulawesi, Dufan Mattampa can give consolation for society, who visit to Mattampa, not only local society but also society from the other district and domestic tourist or non-domestic tourist.
ü Mattampa as Economic Income
Dufan Mattampa is one of source economic income for Pangkep Regency, local society, visitors, etc. For Pangkep regency, Mattampa become one of source devisa income. Because mattampa is goverment property.While for local society, there are many people who benefitted their house location which near with dufan Mattampa for built little shop or food court until when there are many visitors. So, their little shop ar food court surely will busy, and of course !! it’s wil very profitable.
Dufan Mattampa also dicrease unemployment, because it’s can give job for society. For the visitors, Mattampa is very good because they can enjoy recreation with inexpensive expence.
Not only that, Mattampa which contracted by foreign people will produse devisa Income for pangkep regency and of cource profitable for contractor.
ü Mattampa as Socialitation Place
Mattampa also become socialitation place because , the visitors will know each other and will happened social interaction for the visitors. The scenery in mattampa is beautiful. So, mattampa can become meeting place or socialitation place, not only physical socialitation but also heart socialitation. So, if you will meet outdoor, mattampa become true place.
ü Mattampa as Education Place
Mattampa also become the education Place, because in Mattampa all of people can get a knowledge, specially all of student. Beside that, in sport learn one section of curriculum is swimming, there are many school in pankep regency which can operate this indicator in Mattampa (Swimming Pool of Mattampa).
3). The Conclution
Dufan Mattampa is recreational place which very good, there are many contribution of Mattampa. Although mattampa have many contribution but of course, mattampa have a negatif effect and all of people must play along for remove the negatif effect. There are many contribution of Mattampa suv]ch as recreational place, economic income, socialisation place, and education place, because that all of society and all of people must keep and depend mattampa as recreational place in pangkep regence.
Responsib for keep and depend mattampa not only by goverment but also society and all of people...
“Tentongengngi ade’ta, mammuare’gi na patettong tokki’ ”
“tau makkegunae iyanaritu tau naulle jagaiwi sininna ade’na “
SMART itu Perlu Kata Guruku
1:26 AM
ESAI
Sekolahku baru 3 tahun dibangun, itulah SMAN 2 PANGKAJENE, sekolah yang menjadi kebanggaanku, sekolah yang akrab disapa dengan nama ‘SMADA PANGKEP’. Falsafah sekolahkulah yang membuatku sangat bangga, selama ini aku salah menilai ‘SMART’ yang dalam pemikiranku berarti cerdas, ku sangat kagum kepada guruku yang mencetuskan falsafah itu, ternyata SMART merupakan singkatan dari Sensibility, Morality, Ability, Responsibility. Muh.Yamin Badeamang, guru PCE(Pangkep Culture Exploration) merupakan guru yang mencetuskan falsafah itu untuk sekolah tercinta SMAN 2 Pangkajene, sekolahku ini memang merupakan sekolah pencanangan sekolah unggul di Kab.Pangkep dan berhasil dibuktikan dengan beberapa prestasi yang diraih. Kembali membahas SMART, “budaya SMART itu perlu ditumbuhkan dalam segala hal” itulah kata yang paling sering kudengar dari guru-guruku, Sensibility berarti kepedulian, Morality berarti bermoral, Abilty berarti memiliki kemampuan, Responsibility berarti tanggung jawab, Tracktability berarti penurut. SMART itu ternyata memang sangat penting bagi manusia apalagi bagi generasi muda, seandainya sifat SMART ini dimiliki oleh semua orang tentu Negara ini akan sangat maju, tentu Negara ini akan dipimpin oleh pemimpin berkualitas, tentu Negara ini akan kaya, tentu masyarakat akan sejahtera, tentu tidak akan lagi orang yang melarat, ah….’tentu’ itu hanya mimpi.
Teringat kembali ketika Apel hari sabtu itu, 15 Oktober 2011, satu yang sangat membuatku bangga yaitu ketika guruku bernama Bapak Syamsul Ardi menjadi Pembina apel pada hari itu dan berkata bahwa “kalian seharusnya bangga karena kita merupakan salah satu sekolah dari 16 sekolah yang dipilih di seluruh Indonesia sebagai sekolah percontohan pendidikan karakter”. Memang pihak Departemen pendidikan nasional kembali mencanangkan pendidikan karakter bagi pelajar Indonesia, dan saya rasa sikap dan sifat SMART merupakan pilar utama untuk mewujudkan pendidikan karakter. Semua ini dilakukan untuk melahirkan pemimpin berkualitas, pemimpin berkarakter…pemimpin yang benar-benar pemimpin.
Coba tengok keadaan Negara kita sekarang, semua sektor memiliki permasalahan dan saya yakin pendidikan karakter mampu menyelamatkn sektor itu, mengapa kita harus mau mengatasi masalah yang sengaja dibuat sendiri…..??? mengapa kita tidak mencegah masalah itu ? bukankah mencegah lebih baik dari mengobati ??.
Sepertinya memang semua orang belum memiliki sikap dan sifat SMART, mungkin hanya keluarga besar SMAN 2 PANGKAJENE yang tahu, itupun belum semua yang mampu memahami makna sebenarnya. Pemerintah kita memang belum SMART dalam mengatasi masalah sehingga belum selesai 1 masalah timbul masalah yang baru .
Guruku Hebat mampu menganalisis makna SMART, sayangnya tidak semua yang tahu, tapi setidaknya itu menjadi perubahan bagi kami, dan mudah-mudahan generasi kami kelak mampu merubah wajah negeri ini dan membuat bumi pertiwi dapat dipandang di mata dunia.
Pangkep, 18 Oktober 2011
Sejarah Yang Terulang
12:28 AM
ESAI
Hmm, aku sempat termenung dengan penjelasan guru. Siang itu aku belajar sejarah, kebetulan kami mendiskusikan mengenai kerajaan hindu-budha pada zaman dahulu, saat itu kami membahas tentang kerajaan Singasari dan Majapahit, guruku bernama Pak Mukhsin itu berkata “dulu para raja itu saling membunuh untuk meperebutkan tahta kerajaan, selain itu salah satu motifnya adalah balas dendam” , saat itu aku sempat melamun, bayang-bayang melintas di pikiranku. Aku terpikir keadaan Negara saat ini semua memperebutkan tahta pemerintahan walaupun pada akhinya silaturrahmi menjadi pertaruhan, banyak sekali orang yang ingin menjadi pemerintah tanpa memikirkan makna sesungguhnya dari sebuah pemerintahan, mungkin cocoknya seorang pemerintah di tes dahulu sebelum mencalonkan diri jadi kandidat pemerintah, tesnya mudah saja dan sangat simple, suruh dia mendefinisikan arti sebuah pemerintahan, apakah semua pemerintah mampu menjawabnya ??? tentu! Tidak semua mampu menjawabnya dengan tepat.
Seorang Ahli bernama Abraham Lincoln mengatakan bahwa “ Pemerintahan itu dari Rakyat, oleh Rakyat dan Untuk Rakyat” tapi apakah pengertian tersebut telah sesuai dengan yang sekarang ?, jawabanynya ‘TIDAK’, Sekarang mungkin lebih pantas disebut “Pemerintahan dari pemerintah, oleh pemerintah dan untuk pemerintah”
Aku sangat kaget melihat berita-berita di TV, mengenai masyarakat yang bertikai karena pemilu, padahal mereka tidak sadar bahwa pemerintah yang terpilih telah melenggang tenang di kursi tahta pemerintahan tanpa melihat rakyatnya yang bertikai karenanya. Mungkinkah rakyat harus rela mengorbankan silaturrahim demi pemerintah yang tidak pernah menengok mereka.tidak hanya itu, kala seorang petugas KPU harus menjadi terdakwa dalam kasus kecurangan pemilu, mereka semua rela mengorbankan harga diri demi pemerintahan. Ah…aku tak tahu demi pemerintahan atau apa?? Atau uang ?? atau karena nepotisme?, entahlah!! Yang jelas begitu bodoh mereka dengan segala sikap curangnya. Kalau moral manusia seperti ini, masihkah sejarah pemerintahan kerajaan pada masa Hindu-Budha tidak terulang !! sepertinya telah terulang deh,,..pemerintah ibaratnya sudah saling membunuh untuk memperebutkan tahta pemerintahan, lagipula saya tidak yakin kalau semua yang ingin jadi pemerintah itu ikhlas karena rakyat, mungkin untuk uang ?? mungkin untuk korupsi?? Mungkin untuk sebuah nama?? Mungkin untuk sengsarakan rakyat. Ah…pusing, kadang ku bangga dengan negaraku ini, namun kadang ku juga malu degan diriku sendiri yang tidak dapat berbuat apa-apa untuk negeriku yang diambang kehancuran, bukan karena kelemahan pemerintah namun karena kekuatan yang disalahgunakan.
Pangkep, 12 Oktober 2011Bulan Yang Tak Mengalah
12:09 AM
ESAI
Pagi itu ketika upacara bendera berlangsung seorang teman yang ada didepanku berbalik ke belakang dan bertanya kepadaku “kenapa itu ada bulan, padahal ini kan sudah pagi?,”, segera aku menjawab “karena bulan tak mau mengalah dengan matahari “, mendengar jawabanku seorang teman yang berada didekatku lantas berkata “wah, ! puitisnya kata-katanya,’’ Aku benar-benar bingung, aku juga tidak tahu kenapa aku menjawab demikian, mungkin karena terlalu banyak berkhayal, mungkin faktanya tidak begitu !, mungkin ada pelajaran dibalik itu !, atau mungkin ada sesuatu yang berusaha dimaknai melalui hal itu, ah,…! Terlalu banyak kata ‘mungkin’ yang membuatku bingung.
Ku coba menatap bulan itu yang masih menampakkan diri diantara teriknya mentari, bulan itu tidak kelihatan begitu jelas diantara sinar mentari. Terkadang ku dibuat bingung oleh fenomena tersebut, antara fakta ilmu Astronomi dan apa yang ada didalam kepalaku, kadang kuberpikir kalau fenomena tersebut karena bulan tak mau mengalah, sedangkan matahari tak pernah menampakkan dirinya pada malam hari, itu mungkin karena matahari berusaha bekerja maksimal pada siang harinya sehingga ia selalu hadir mengisi hari-hari dengan indah. Tidak pernah ku mendengar fenomena matahari sabit, ia selalu tampil dengan bentuk sempurnanya, sementara bulan kadang terlalu memaksakan diri untuk hadir siang-malam sehingga tak mampu hadir mengisi setiap indahnya Malam. Dan mungkin karena itu ada fenomena bulan sabit, dimana bulan tak nampak sempurna sesuai bentuk aslinya.
Mungkin fenomena bulan ini dapat disamakan dengan yang ada di negara kita saat ini, semua orang berusaha menduduki kursi jabatan dan selalu berusaha berkiprah walau sebenarnya mereka tak pantas dan tak mampu, mereka tak pernah mau berbagi tugas dengan orang yang lebih pantas,, semuanya ingin dikerjakan sendiri, bukan karena sebuah kesungguhan tapi untuk sebuah nama dan uang(materi),, itulah sebabnya banyak orang di negara ini tidak bekerja maksimal, bekerja asal-asalan dan tentunya hasilnya juga asal-asalan karena terlalu memaksakan diri untuk bekerja sendiri, memaksakan diri tuk menjadi pantas namun tak pantas, memaksakan diri tuk mampu tapi tak mampu, berusaha mengerjakan semua bidang yang menghasilkan materi dan tak pernah berniat berbagi tugas dengan orang lain yang lebih pantas dan lebih mampu.
Kejadian seperti ini mengingatkanku pada kampung kecil, Orang-orang berebut menjadi Imam Masjid dan menjadi guru mengaji setelah pemerintah menyediakan subsidi untuk mereka, padahal sebelumnya, saat belum ada subsidi, semua sibuk mengajukan nama orang lain tuk menjadi Imam dan lain-lain namun setelah ada subsidi, semua sibuk mengajukan nama masing-masing, bahkan ada yang berusaha menjadi Imam kampung sekaligus Imam masjid, walaupun sebenarnya masih ada orang lain yang lebih berhak dan lebih pantas, sehingga mereka bekerja tidak maksimal, hmm….apakah sekarang negara ini benar-benar manganut kapitalisme, semua dapat dilakukan karena uang dan semua dianggap besar karena uang, bahkan mungkin kebahagian telah diukur dengan uang,! Semua dianggap mudah dengan uang, siapa yang memiliki banyak uang maka dia yang berkuasa, berhak melakukan apa saja dengan uang. Bekerja dengan memaksakan diri tuk hal yang tak layak dan tak mampu dilakukan sehingga hasil tidak maksimal namun upah double, memakan gaji buta !, apakah sekarang nama Agama telah disamakan dengan nilai subsidi ?, apakah sekarang harga diri dapat disamakan dengan nilai subsidi ?. apakah sekarang semua orang benar-benar telah menganggap bahwa uang adalah dewa yang bisa digunakan tuk apa saja.
Hmmm,……Semua itu kembali pada diri kita sendiri, bagaimana pandangan kita ?, semoga yang membaca ini bukan penganut kapitalisme, tapi saya berharap ini dibaca oleh penganut kapitalisme agar saat ini menjadi titik balik tuk berubah.
Pangkep, 19 September 2011






