Wednesday, November 9, 2011

Hal-Hal Menarik/unik dari SMAN 2 Pangkajene


v Budaya Sholat Dhuha secara berjamaah sebelum memulai pelajaran, biasanya dilakukan pada pukul 07.15 sampai 07.30 WITA dan dipimpin oleh Guru ataupun siswa.
v Budaya Sholat Dhuhur berjamaah, kalau sampai waktu dhuhur pelajaran dihentikan sejenak dan siswa melaksanakan sholat dhuhur bersama para guru (pukul 12.20 ). Dan pelajaran dilanjutkan kembali pada pukul 13.00 sampai jam pulang(Pukul 14.00 WITA).
v Nama-nama kelas menggunakan nama ilmuan sebagai berikut
·        X. IBNU SINA
·        X. ALJABAR
·        X. NEWTON
·        X.PHYTAGORAS
·        X.HABIBIE
·        X. KI HAJAR DEWANTARA
·        XI. ARCHIMEDES
·        XI. AVOGADRO
·        XI. MENDEL
·        XI. GALILEO GALILEI
·        XI. ADAM SMITH
·        XII. KELVIN
·        XII. DARWIN
·        XII. J.J THOMSON
·        XII. BUNG HATTA
              Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi stratifikasi antara siswa karena semuanya dianggap cerdas, dan diharapkan agar dapat seperti ilmuan atau golongan pengukir sejarah.
v Falsafah sekolah yaitu SMART yang merupakan singkatan dari Sensibility (kepedulian), Morality(bermoral), Ability(memiliki kemampuan), Responsibility(tanggung jawab), Tractability(Penurut). Merupakan seruan yang senantiasa di suarakan, ketika kita mengatakan SMADA…. Maka jawabannya “we are SMART, Luar biasa…”
v Budaya salam-sapa kepada guru yang telah berjejer menjemput  siswa di depan pintu gerbang sekolah.
v Budaya pungut sampah saat memasuki gerbang sekolah.
v Kekerabatan antara siswa terjalin erat sehingga saling mengenal satu sama lain.
v Kebiasaan berbahasa Inggris di luar ruangan pada hari selasa dan Rabu(English Day).

Sistem Pengomposan Mulai Diterapkan SMAN 2 Pangkejene

      Rabu, 9 November 2011, nampak beberapa buah gorong-gorong berlabel ‘Pengomposan’ di halaman depan/taman samping SMAN 2 Pangkejene, SMAN 2 Pangkajene memang salah satu sekolah yang berusaha mewujudkan sekolah Adiwiyata, salah satu budaya sekolah yang diterapkan warga sekolah adalah budaya pungut sampah setelah memasuki gerbang sekolah, tidak hanya itu sistem salam-sapa juga diterapkan siswa kepada guru-guru yang telah menjemput kedatangan siswa di Pintu gerbang. Budaya seperti ini sengaja diterapkan pihak sekolah sebagai wujud partisipasi pendidikan karakter, walaupun sebenarnya sebelum adanya sistem pendidikan karakter, SMAN 2 Pangkajene telah lebih dulu menerapakan nilai karakter kepada siswa.
             SMAN 2 Pangkajene merupakan salah 1 sekolah di Sulawesi selatan yang menjadi sekolah percontohan pendidikan karakter di tingkat nasional. SMAN 2 Pangkajene terus menunjukkan eksistensinya dalam mewujudkan sekolah yang berwawasan lingkungan serta IPTEK dengan landasan utama IMTAQ kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kali ini SMAN 2 Pangkajene menerapkan pengomposan di sekolah sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. “ kita merupakan salah satu sasaran penilaian Adipura, jangan sampai karena sekolah kita, nilai untuk kabupaten Pangkep menurun. Jadi semua siswa harus peduli dengan Lingkungan dan membenahi lingkungan sekolah, khususnya yang dekat dengan kelas masing-masing” ujar Pak Azis, salah satu Guru SMAN 2 Pangkajene usai sholat Dhuhur berjamaah siang itu.
             “Selama kepala lurus, maka ekor akan ikut lurus” itu lah kata orang bijak, dan mungkin itulah yang terjadi pada SMAN 2 Pangkajene, semua yang dilakukan siswa tidak terlepas dari keteladanan yang diperlihatkan para guru di SMAN 2 Pangkajene terutama bapak Firdaus A.Noor S.Pd, M.Si selaku kepala sekolah,  Para guru senantiasa memberikan contoh kepada siswa dengan turun tangan langsung memungut sampah di sekitar lingkungan sekolah, sehingga siswa merasa terpacu untuk peduli dengan lingkungannya. Sekolah ini berharap semoga tidak hanya sekolahnya yang diteladani namun warga sekolah pun harus patut diteladani.(Rn)

Friday, October 28, 2011

Hikayat Abu Nawas "Botol Ajaib"

Botol Ajaib
Tidak ada henti-hentinya. Tidak ada kapok-kapoknya, Baginda selalu memanggil Abu Nawas untuk dijebak dengan berbagai pertanyaan atau tugas yang aneh-aneh. Hari ini Abu Nawas juga dipanggil ke istana.
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. "Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin." kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
"Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil." tanya Abu Nawas.
"Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya." kata Baginda.
Abu Nawas hanya diam. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. la tidak memikirkan bagaimana cara menangkap angin nanti tetapi ia masih bingung bagaimana cara membuktikan bahwa yang ditangkap itu memang benar-benar angin. Karena angin tidak bisa dilihat. Tidak ada benda yang lebih aneh dari angin. Tidak seperti halnya air walaupun tidak berwarna tetapi masih bisa dilihat. Sedangkan angin tidak. Baginda hanya memberi Abu Nawas waktu tidak lebih dari tiga hari. Abu Nawas pulang membawa pekerjaan rumah dari Baginda Raja. Namun Abu Nawas tidak begitu sedih. Karena berpikir sudah merupakan bagian dari hidupnya, bahkan merupakan suatu kebutuhan. la yakin bahwa dengan berpikir akan terbentang jalan keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi. Dan dengan berpikir pula ia yakin bisa menyumbangkan sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan terutama orang-orang miskin. Karena tidak jarang Abu Nawas menggondol sepundi penuh uang emas hadiah dari Baginda Raja atas kecerdikannya.
Tetapi sudah dua hari ini Abu Nawas belum juga mendapat akal untuk menangkap angin apalagi memenjarakannya. Sedangkan besok adalah hari terakhir yang telah ditetapkan Baginda Raja. Abu Nawas hampir putus asa. Abu Nawas benar-benar tidak bisa tidur walau hanya sekejap.
Mungkin sudah takdir; kayaknya kali ini Abu Nawas harus menjalani hukuman karena gagal melaksanakan perintah Baginda. la berjalan gontai menuju istana. Di sela-sela kepasrahannya kepada takdir ia ingat sesuatu, yaitu Aladin dan lampu wasiatnya.
"Bukankah jin itu tidak terlihat?" Abu Nawas bertanya kepada diri sendiri. la berjingkrak girang dan segera berlari pulang. Sesampai di rumah ia secepat mungkin menyiapkan segala sesuatunya kemudian menuju istana. Di pintu gerbang istana Abu Nawas langsung dipersilahkan masuk oleh para pengawal karena Baginda sedang menunggu kehadirannya.
Dengan tidak sabar Baginda langsung bertanya kepada Abu Nawas. "Sudahkah engkau berhasil memenjarakan angin, hai Abu Nawas?"
"Sudah Paduka yang mulia." jawab Abu Nawas dengan muka berseri-seri sambil mengeluarkan botol yang sudah disumbat. Kemudian Abu Nawas menyerahkan botol itu.
Baginda menimang-nimang botol itu. "Mana angin itu, hai Abu Nawas?" tanya Baginda.
"Di dalam, Tuanku yang mulia." jawab Abu Nawas penuh takzim.
"Aku tak melihat apa-apa." kata Baginda Raja.
"Ampun Tuanku, memang angin tak bisa dilihat, tetapi bila Paduka ingin tahu angin, tutup botol itu harus dibuka terlebih dahulu." kata Abu Nawas menjelaskan. Setelah tutup botol dibuka Baginda mencium bau busuk. Bau kentut yang begitu menyengat hidung.
"Bau apa ini, hai Abu Nawas?!" tanya Baginda marah.
"Ampun Tuanku yang mulia, tadi hamba buang angin dan hamba masukkan ke dalam botol. Karena hamba takut angin yang hamba buang itu keluar maka hamba memenjarakannya dengan cara menyumbat mulut botol." kata Abu Nawas ketakutan.
Tetapi Baginda tidak jadi marah karena penjelasan Abu Nawas memang masuk akal. Dan untuk kesekian kali Abu Nawas selamat.

Unsur Intrinsik Hikayat Abu Nawas “Botol Ajaib”
µ   Tema                : Semangat/ Kerja Keras
µ Tokoh               :
     a.Abu Nawas
     Memiliki watak yang cerdik, tidak mudah putus asa dan selalu berusaha untuk mengerjakan sesuatu walaupun terkadang hal itu aneh, tidak mungkin dan sulit dilakukan
    b.Baginda Raja
     Memiliki watak yang licik.selalu berusaha menjatuhkan abu nawas dengan ide-ide dan perintah-perintah anehnya terhadap abu nawas, namun walaupun demikian, abu nawas selalu saja memecahkan masalah yang dihadapinya
µ Latar :
Latar tempat            :Rumah Abu Nawas, Istana Baginda Raja,   Jalan
       Latar suasana            : Tegang.

µ Alur                         : Menggunakan Maju karena dicerikan mulai dari awal hingga akhir permasalahan.

µ Sudut penceritaan    : Orang ketiga (pihak penulis), karena cerita tidak secara langsung terjadi namun ada pihak ketiga yang menceritakan kisah tersebut.

µ Gaya Bahasa :
ü Majas Personifikasi pada kata "Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin." kata Baginda Raja memulai pembicaraan. Dan pada "Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya." kata Baginda. Serta pada Abu Nawas “menggondol sepundi penuh uang emas”
Dalam cerita tersebut, majas yang dominan digunakan bahkan terhadap semua kata yang menggunakan majas adalah majas Personifikasi yaitu majas dengan sifat seolah-olah menurunkan sifat benda hidup terhadap benda Mati.
µ Amanat :
ü Jangan berputus asa menghadapi suatu masalah
   ketika kita memiliki suatu masalah yang sulit untuk dipecahkan, maka jangan terlalu cepat berputus asa dan memvonis diri bahwa kita tak mampu melakukannya namun berusahalah untuk mengerjakannya karena selama kita mau berusaha, kita insya Allah dapat menyelesaiakan masalah itu, sppperti yang dilakukan oleh Abu nawas. 

ü Jangan mencoba menjatuhkan seseorang dengan akal licik dan curang
Kita tidak boleh memiliki sifat seperti raja yang selalu berusaha menjatuhkan Abu nawas dengan akal licik dan curang. Karena sesungguhnya itu akan  merugikan kita sendiri.

ü Jangan sewena-wena dengan jabatan.
Kita tidak boleh memiliki sifat seperti baginda Raja yang seenaknya memerintah seseorang untuk melakukan hal-hal aneh yang sebenarnya jika dipikir secara logis tidak mungkin dilakukan, memerintahkan hal yang aneh dengan maksud curang terhadap seseorang karena merasa dirinya memiliki kewenangan sebagai seorang raja.


Unsur Ekstrinsik Hikayat Abu Nawas “Botol Ajaib”
µ   Nilai Sosial
Nilai sosial yang terkandung yaitu seseorang seperti baginda raja walaupun memiliki jabatan yang tinggi, ia tetap membutukan bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Artinya seorang raja itu juga makhluk sosial
µ Nilai Budaya :
Nilai Budaya yang terkandung yaitu samapai sekarang sistem kerajaan masih banyak diterapakan, masih banyak ditemukan sistem politik kekuatan, siapa yang memiliki kekuatan besar dan wewenang pemerintahan berhak untuk memerintah bawahannya.

µ Nilai Pendidikan :
Nilai Pendidikan yang terkandung yaitu didalam mengerjakan sesuatu, kita jangan terlalu cepat berputus asa, misalnya kita diberi tugas yang susah oleh guru, kita harus berusaha mengerjakannya.
µ Nilai Moral :
Nilai Moral yang terkandung yaitu jangan terlalu sewena-wena dengan jabatan, jadikan diri kita bermoral dengan berperilaku yang bermoral bagi sesama tanpa memandang status atau derajat.
µ Nilai Politik :
Nilai Politik yang terkandung yaitu dalam cerita tersebut diceritakan  sebuah cerita kerajaan, kerajaan merupakan sistem politik pada zaman dahulu  dan bahkan sampai sekarang masih diterapkan diberbagai negara dan daerah.

Tuesday, October 25, 2011

Halal Bihalal 02







“HALAL BIHALAL    SMAN 2 PANGKAJENE”


 ‘Ramai’, itulah mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan suasana di aula SMAN 2 Pangkajene, selasa 28 September 2011 , OSIS SMAN 2 Pangkajene kembali mengadakan kegiatan ‘Halal Bihalal’ sebagai bentuk silaturahim untuk membentuk rasa kebersamaan, persaudaraan, dan persatuan sehingga tercipta suasana yang harmonis dengan masyarakat, pihak orang tua siswa, pemerintah kabupaten Pangkep dan siswa(i) dari sekolah lain, kegiatan kali ini mengangkat sebuah tema yaitu “Mengikhlaskan Kekhilafan dan Memupuk Persaudaraan dengan Jalinan Silaturahim”.
Kegiatan ini dimulai pukul 08-30 dan ditutup pada pukul 11.00 WITA. Kegiatan ‘Halal Bihalal’ ini merupakan kegiatan ketiga kalinya yang diadakan oleh OSIS SMAN 2 Pangkajene karena merupakan program tahunan OSIS SMAN 2 Pangkajene. kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan kegiatan pertama OSIS SMAN 2 Pangkajene tahun ajaran 2011/2012. Walaupun dengan waktu persiapan yang cukup singkat, yaitu sekitar kurang lebih seminggu, namun OSIS SMAN 2 Pangkajene tetap menunjukkan kerja keras dan keseriusannya sehingga mampu melaksanakan acara dengan sukses. Kesuksesan kegiatan ini juga tidak lepas dari partisipasi siswa(i) SMAN 2 Pangkajene dan orang tua siswa yang telah memberikan bantuan tenaga dan materinya untuk menyukseskan kegiatan ini dan tentunya juga bimbingan dari bapak/ibu guru SMAN 2 Pangkajene.
Kegiatan ini dihadiri oleh orang tua siswa, OSIS dari sekolah-sekolah se-kabupaten pangkep seperti OSIS SMAN 1 Pangkajene, SMK 2 Bungoro, IMMIM Puteri Pangkep, SMP 2 Pangkajene, SMP Semen Tonasa dan SMP 1 Bungoro, Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda kab.Pangkep, dan siswa(i) SMAN 2 Pangkajene yang memenuhi aula SMAN 2 Pangkajene, kegiatan ini berjalan lancar dan dihibur langsung oleh siswa(i) SMAN 2 Pangkajene melalui lantunan lagu-lagu islami selain itu juga dakwah islami yang dibawakan oleh Ust.Muhammadong  yang cukup menggugah, salah satu inti dakwah beliau adalah berbakti kepada orang tua dan tentunya menghibur dengan selingan-selingan lelucon.
Setelah kegiatan selesai, kepala sekolah beserta beberapa guru mengadakan rapat singkat di lab.Kimia SMAN 2 Pangkajene bersama panitia pelaksana dan pengurus OSIS SMAN 2 Pangkajene. “ eh semua panitia dan pengurus OSIS kumpul cepat di Lab.Kimia, kepala Sekolah mau bicara !,” perintah Pak Syamsul Ardi(Pembina OSIS SMAN 2 Pangkajene) kepada seluruh panitia dan pengurus OSIS yang pada waktu itu masih berada di Aula, bernyanyi dan bercanda ria bersama merayakan kesuksesan pelaksanaan kegiatan.
Dalam rapat tersebut, beberapa guru memberikan apresiasi positif terhadap pelaksana kegiatan yang dalam waktu singkat mampu menyelesaikan acara dengan sukses. “saya sangat mengapresiasi kalian, kalian mampu menyelesaikan acara ini dengan sukses walau dengan waktu persiapan yang cukup singkat, tapi saya yakin seandainya perencanaan dan persiapannya panjang pasti kegiatan tersebut lebih sukses lagi,” kata Pak Abd.Rasyid(Wakasek Kurikulum SMAN 2 Pangkajene). Bapak Firdaus A.Noor (Kepala SMAN 2 Pangkajene) juga memberikan apresiasi positif dan saran-saran untuk perbaikan dan peningkatan pelaksanaan acara berikutnya.(Rn)


Penulis           :Raniansyah
Asal     :SMAN 2 PANGKAJENE PANGKEP