Sunday, November 18, 2012

Pesan-Pesan Leluhur Bugis-Makassar…


Pesan-Pesan Leluhur Bugis-Makassar…
Oleh : Raniansyah
Menjadi masyarakat bugis-Makassar, ada sejumlah falsafah dan pesan-pesan leluhur yang sangat fenomenal di era serba modern sekarang. Betapa tidak….falsafah yang telah berumur ratusan tahun ini masih bertahan sampai sekarang dan sepatutnya orang Bugis-Makassar yang umumnya terdapat di Sulawesi-Selatan dapat mengamalkan hal tersebut dalam kehidupan sehari hari….
Berikut saya mencoba sharing tentang beberapa falsafah yang sangat di junjung tinggi oleh Masyarakat Bugis-Makassar.
       1.   3S (Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi’)
ü  Sipakatau, yaitu melakukan perbuatan/bersifat memanusiakan manusia, artinya tidak bertindak semena-mena terhadap sesama.
ü  Sipakainge, yaitu saling mengingatkan dalam kata dan perbuatan, artinya senantiasa saling menasehati.
ü  Sipakalebbi, yaitu saling menghormati dan menghargai antar sesama, senantiasa saling bertoleransi dan tidak membeda-bedakan.

         2.  Siri Na Pacce
    Siri Na Pacce, prinsip yang sangat mengutamakan harga diri/malu, prinsip ini  mengisyaratkan bahwa lebih baik mati berkalang tanah dengan kehormatan daripada   hidup menanggung malu. Prinsip seperti inilah yang senantiasa menjaga kewibawaan dan kehormatan orang Bugis-Makassar.

        3.  Kualleangngi Tallanga Na Towaliya
Falsafah ini merupakan falsafah yang diterapkan salah satu falsafah popular di sul-sel terutama digunakan oleh para nelayan, prinsip seperti ini seharusnya diterapkan semua orang karena mengandung makna pantang putus asa dan menyerah sebelum meraih yang mereka inginkan.

        4.  Rewako atau Ewako
Kata diatas sering terdengar dari bibir orang Bugis-Makassar, maksudnya adalah senantiasa menjadi sosok ‘Towarani’ (Pemberani) yang sesungguhnya benar-benar pemberani, maksudnya berani membela kebenaran walau jiwa-raga taruhannya.
Falasafah dan pesan-pesan diatas mengandung makna yang sangat sarat sehingga setiap orang mampu memberikan penilaian positif tentang falsafah diatas, beberapa diantaranya merupakan bagian dari naskah La Galigo, yang tentunya mengandung pesan-pesan leluhur kita. Jika dibandingkan dan dikaitkan dengan sekarang, nilai-nilai Pancasila ada dalam falsafah dan pesan-pesan diatas. Dan jika dikaitkan dengan agama maka saya kira semua agama menganjurkan hal diatas,….:)
Sekian dulu sharing kali ini J, semoga kita termasuk yang memegang teguh falsafah tersebut J
Pangkep, 19 November 2012

Surat Kecil dari yang Terluka


karya : Raniansyah

Untukmu wahai petinggi negeri
untukmu wahai elite politik
untukmu wahai wakil rakyat
lihatlah anak-anak di sana
berjalan menjajakan korannya
mengetuk setiap pintu mobil.
lihat pula yang di sana
menengadah dengan kaleng kosongnya
menunggu yang lewat kan mengasihi

Wahai yang duduk di kuris mewah
lihat kami kini berambut kusam
tatap wajah kami, kini pucat
pandang tubuh ini tak berdaging
tinggal tulang-tulang lemah
tanpa daya tanpa arti.
Perut kami semakin perih
cacing menggerogoti pun  mennjerit
sakit….ahhh…..sakit
lihat kaki kami kini terluka
oleh kerikil tajamnya kehidupan
telanjang tak beralas

Wahai  yang bermobil mewah
lihat badan yang kini berdebu
yang kini menggigil tanpa pakaian
lihatlah gubuk-gubuk kami
kini musnah tersapu angin…
apakah kalian peduli kami ?

Wahai engkau yang bahagia di sana
lihatlah kami di sini terluka
terluka dari luka yang paling luka

wahai yang berpakaian rapi di sana
yang berpidato disaksikan banyak orang
yang disanjung, yang dihormati
duduk diatas jabatan keagunganmu
pandang kami,….lihat anak-anak kami
kini mengais makanan dari tong sampah
lihat mereka jijik kepada kami
mereka menertawakan kami,,,ha,,ha..ha

Saat luka-luka gores tubuh kami
darah ini mengalir
rasa sakit ini tak tertahan…ah….sangat sakit
tapi apa peduli mereka?
mereka hanya diam, melongo…lalu?
mereka pergi
tak pernah ada yang peduli

Kami terluka….sangat luka
luka dari luka paling luka
kadang kami dianggap sampah
selalu kami dianggap seperti binatang
bahkan kami seolah bukan manusia lagi
sering kami dianggap tak ada….tak pernah  ada.

Tolong….tolong,,,,
peduli kami….kasihani kami
atau kami harus mati
karena kejamnya dunia
oleh remukan nasib yang begitusakit
oleh tatapan sinis manusia tak berhati
atau kami harus berkalang tanah
tak ditatap, tak dihiraukan
tanpa daya tanpa arti.

Surat kecilku kupersembahkan untukmu
kuingin kau peduli
kumau kau mampu menatap kami
kuberharap….terus berharap
walau kutahu, takkan ada yang peduli
walau kutahu akhirnya, semua kan tega padaku
walau akhirnya kuharus terbujur
terbaring dengan tubuhku yang kumal
terkapar dengan tubuhku yang luka
tanpa daya…tanpa arti….

About Love


Orang inggris seering menyebutnya ‘Love’
tapi orang Indonesia mengenalnya ‘Cinta’

Penganalogian dari seekor, sebuah, seikat, serangkai, setangkai cinta biasanya sering digambarkan dalam bentuk hati tertembus panah…penganalogian yang mungkin terlalu lebay, alay, cicay,,,jijay,…ato apalah namanya,,,yah….dipikir secara logika kalau hati ditembus panah…bukannya nikmat tapi sakit bahkan bisa menyebabkan kematian….terlalu lebay memang bagi orang yang tak pernah berkenalan dengan cinta…
sekedar menyapalah dan katakan “hi….cinta….kenalan yuk :D”
juga yang tak pernah penasaran dengan cinta…
(Upzz…di sini bukan Cinta Kuya yah yang kita bahas ataupun Cinta laura dan cinta cinta yang lain)
orang penasaran tentu akan mencari tahu tentang cinta tapi kata orang bijak, cinta itu nggak perlu dicari nanti datang sendiri….haha

Di Era modern ini, eranya sekumpulan orang lebay dan alay, pembagian cinta memang banyak….bahkan banyak yang menggambarkan cinta mengarah ke kebun binatang…cinta monyet misalnya bisanya seseorang manusia cinta sama monyet…jadi ingat lutung kasarung dan secara tidak langsung pelaku cinta monyet salah satunya monyet atau bahkan keduanya….hahaha .mungkin nanti  akan ada cinta kambing, cinta badak, cinta gajah, cinta binatang, etc yah,..ngikutin perkembangan jaman aja….:D

bahkan ada loh sekumpulan orang yang menggambarkan cinta sebagai mata pelajaran sekolah
katanya Cinta itu Seperti Matematika, di dalam pelajaran ini dikenal nilai mutlak “takkan ada yang lain selain kamu, jika ada yang lain maka itu adalah kamu sendiri”. Butuh perhitungan matematis yang teliti untuk mendapatkan cinta yang sesungguhnya


katanya cinta itu seperti Biologi, mempelajari bagaimana seseorang dapat bertahan hidup karena katanya cinta seperti sistem dalam tubuh, pencernaan, pernafasan, peredaran darah etc, tanpanya tak ada yang mampu bertahan hidup

katanyaa…Cinta itu Seperti Fisika, harus ada aksi-reaksi antara dua sejoli….atau mirip-miriplah dengan hukum Archimedes yang bahkan membuat Archimedes rela telanjang…hahaha :D (karena cinta..haha)

katanya Cinta itu Seperti Kimia,  seperti kimia cinta tak menganggap sisi negatif sebagai sesuatu yang merugikan tetapi dibutuhkan untuk saling melengkapi…yah,,,tentu kita mengenal ion negatif yang tidak dibuang tapi dibutuhkan

katanya Cinta seperti Bahasa. Katanya harus teliti dalam setiap hurufnya, penggunaan klitika harus benar…yah…cinta harus dimaknai spenuhnya sebagai cinta yang sesungguhnya karena jangan sampai kesalahan bahasa.
Katanya Cinta sperti Sejarah . bersifat rekreatif, konstruktif, mengajar dan mendidik manusia dari masa lalu untuk hari esok atau masa depan.
katanya Cinta Seperti PKN. ada norma-norma, aturan perundang-undangan di dalamnya, lebih tepatnya sila ke 2 yang salah satu maksudnya menganjurkan kasih-sayang atau cinta terhadap sesama.
Katanya Cinta seperti Pend Agama, segalanya adalah anugrah Tuhan Yang Maha Esa, ada hadistnya ada ayatnya :D
Katanya Cinta seperti TIK, harus update, ngikutin perkembangan zaman dan paling nggak rela ketinggalan, sehingga wajarlah kalau cinta dan pemaknaannya berkembang seiring perkembangan zaman, sangat mirip dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Katanya Cinta Seperti Penjasorkes. Keringat, usaha dan pengorbanan itu perlu untuk sebuah hasil yang memuaskan dan cinta menuntut otomatis hal yang sama walau tanpa diminta sekalipun.
Katanya Cinta Seperti Seni. Abstrak, dan hanya  bisa dimaknai oleh pembuatnya/pelakunya sehingga pasti pendapat seseorang berbeda-beda …lebih mengandalkan kekuatan insting dan perasaan dibanding akal sehat dan pikiran.

katanya Cinta seperti Geografi, sperti sebuah guncangan gempa dengan high skala :D haha
bagi yang dilanda harap hati-hati, kalau baru merasakan cinta….maka anda akan merasakan tembok raksasa cina di dada anda runtuh….:D
Katanya Cinta itu sperti Ekonomi, selalu memperhitungkan laba dan sungguh cinta itu tidak merugikan. Sperti kata Kahlil Gibran bahwa cinta tak pernah mengambil apa-apa yang kita miliki, jadi untuk jatuh cinta….yah mirip prinsip ekonomi…berusaha dengan modal kecil untuk hasil dan keuntungan besar….haha
Katanya Cinta itu seperti Sosiologi, interaksi social antara dua orang manusia berkenaan dengan perasaannya :D
Masih banyak lagi…..
masih mau? Tentu masih banyak….hahahaha
Ada juga yang jorok nih,…masa’ katanya Cinta itu Seperti kentut, ditahan nggak enak…dikeluarin malu….:D haha bisa ajaa…
Masih banyak pembagian Cinta….
bisanya seseorang membuat pernyataan Cinta Mati,  yah….merekalah orang-orang yang mau cepat mati..karena cinta sama kematian…:D ada juga Cinta Gila, pengen cepat-cepat jadi BOS alias bekas orang sadar….mau gila nih orang …soalnya cinta sama Gila….haha
Bukan tanpa itu Lagu dangdut pun memberikan kesaksian tentang cinta, “hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga” haha..kalau begitu hidup tanpa cinta bagai sayur tanpa garam, :D
Cinta memang menjadi kunci hidup lahirnya seseorang karena tidak mungkin seseorang bisa lahir tanpa cinta kedua orang-tuanya…banyak yang bilang orang dijodohkan itu tidak saling mencintai, tapi kok bisa ada anaknya,…?? Hmm…mereka tentunya membangun cinta mereka pada first night mereka…dan menurut Marriage in Buginese…bahwa kebanyakan big boss lahir dari pernikahan perjodohan walau cinta ayah-ibu mereka dibangun setelah menikah tapi melahirkan generasi yang sukses….mengenai benar-tidaknya yah wallahu alam…karena ini mengenai kepercayaan orang Bugis-Makassar.

kalau bagi saya sih…cinta itu seperti pelangi….kita hanya bisa melihat dan merakan keindahannya tapi sungguh kita tak dapat menyentuhnya, dari kejauhan kita melihatnya namun saat kita mendekat…kita tidak melihatnya…hehe…itu karena masih malu-malui kapa’ tawwa kodong…;D persis seperti fatamorgana,…dari jauh kita bisa melihatnya seperti air-air permukaan namun saat kita mendekat,….sungguh tak ada dalam wujud fisik tapi kita merasakan bahwa itu ada.
Terserah kita mau memaknai cinta bagaimana…itu hak kita…itu pendapat kita…hakikat cinta adalah saling melengkapi untuk kehidupan lebih baik demi pertanggung-jawaban dunia akhirat…seperti puzzle…sepasang manusia harus saling melengkapi agar sebuah puzzle dapat menjadi utuh dan dapatkan gambar yang bagus karena kata orang bijak lagi nih…sesungguhnya orang jatuh cinta itu mencintai dirinya sendiri karena sebenarnya cerminan dirinyalah yang ada pada pasangannya. “Laki-Laki yang baik untuk wanita yang baik, begitupun sebaliknya.”J
sudah saatnya orang bicara pake cinta dan perasaan
bukan pake otak haha :D jangan-jangan nanti bakal lahir undang-undang tentang cinta dan menjadi bagian dari konstitusi di Indonesia…hhahaha…
karena menurut saya hanya cinta yang mampu menyelamatkan negeri ini. Mengapa banyak koruptor karena pejabat itu tidak cinta dan memikirkan rakyat dibawahnya…mengapa ada teroris karena mereka belum taklut oleh dasyatnya cinta…
J
bahkan saya pernah membaca sebuah judul buku “Koruptor hanya takluk pada cinta”.

Jijay, alay, cicay dan lebay…tidaklah benar untuk penganalogian sempurna dari hati tertembus panah….dan jika kita merasakan cinta, maka kita akan merasakan bahwa penganalogian itu adalah sesuatu yang nyata…
#slamat kembali beraktivitas…dengan cinta tentunya…InsyaAllah berakhir indah…:)
Pangkep, 17 November 2012
oleh :Raniansyah

Wednesday, November 14, 2012

Pesan-pesan Pahlawan


Pesan-pesan, amanat, kata-kata bijak, nasehat Pahlawan
SULTAN HASANUDDIN
lahir di Makassar, 12 Januari 1631
Wafat. Makassar 12 Juni 1670

Orang Bugis-Makassar menyebutnya “Jangang Lakiya Battu Iraya”
Orang Belanda Menjulukinya “Haanstjes van Het Oosten”
Indonesiapun lebih mengenalnya “Ayam Jantan dari Timur”
I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape Mohammad Bakir Tumenanga  Ribulla Pangkawi, Putra Sultan Malikussaid dan I Sabbe Lokmok Tokuntu. Sultan Hasanuddin
 “Sesungguhnya karena kesabaran rakyatku bersedia memberikan apa yang mereka inginkan dalam perjanjian Bongaya melalui  aku, tapi mereka menghendaki jantungku, dan hati ini adalah martabat setiap manusia,“ kata sultan Hasanuddin saat akan menyetujui perjanjian Bongaya
“Bugis-Makassar adalah Saudara, aku dan Raja Bone bukanlah Musuh” kalimat terakhir yang diucapkan Sultan Hasanuddin kala hendak menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam keadaan sujud disaksikan seluruh penghuni benteng Somba Opu waktu itu.
Kita semua saudara, sipakatauki…saling memanusiakanlah sipaikainge’ki, saling mengingatkanlah, sipakalebbi’ki…saling menghargailah. siri’ na pacce, lebih baik mati dengan kehormatan daripada hidup menanggung malu. Terus tegakkan kebenaran untuk kemaslahatan umum tanpa pandang bulu, apapun yang terjadi sebagai sosok “Towarani”, ksatria pemberani yang sesungguhnya.
 itulah Pesan sultan Hasanuddin untuk kita semua…
Terima kasih